SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Neobiz Hadirkan AI Agent di WhatsApp untuk Bantu Bisnis Layani Pelanggan

Neobiz Hadirkan AI Agent di WhatsApp untuk Bantu Bisnis Layani Pelanggan

Neobiz AI. (Neobiz AI)

Jakarta (Suara Kalbar) – Neobiz merilis platform berbasis artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu pelaku bisnis menangani interaksi pelanggan hingga proses transaksi melalui WhatsApp.

Platform tersebut kini tersedia bagi pelaku usaha di Indonesia setelah sebelumnya diterapkan pada sejumlah kategori bisnis.

Neobiz memperkenalkan Neo, sebuah AI agent yang bekerja melalui WhatsApp dan dapat menangani berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari menjawab pertanyaan, membuat pesanan dan reservasi, hingga membantu proses pembayaran.

Sistem tersebut juga terhubung dengan sejumlah fungsi operasional bisnis dalam satu platform.

Lebih dari 90 persen pengguna internet di Indonesia disebut menggunakan WhatsApp setiap bulan. Kondisi tersebut membuat aplikasi pesan instan ini menjadi salah satu kanal komunikasi yang banyak digunakan bisnis untuk berinteraksi dengan pelanggan.

Namun, proses setelah percakapan masih kerap dilakukan secara manual. Mulai dari mencatat pesanan, mengatur jadwal, menagih pembayaran, hingga mengirimkan pengingat kepada pelanggan.

Founder dan CEO Neobiz Jimmy Petrus mengatakan, perusahaan melihat kebutuhan untuk mengurangi berbagai pekerjaan manual yang muncul setelah interaksi dengan pelanggan.

“Setiap hari bisnis menerima banyak chat dari pelanggan. Masalahnya, terlalu banyak yang masih harus ditindaklanjuti secara manual,” ujar Jimmy Petrus, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Menurut Jimmy, pengembangan Neo diarahkan agar percakapan melalui WhatsApp tidak berhenti pada pemberian informasi, tetapi dapat dilanjutkan ke berbagai proses bisnis.

“Kami ingin WhatsApp bukan hanya menjadi tempat pelanggan bertanya, tetapi tempat mereka bisa menyelesaikan kebutuhannya, mulai dari pesan, booking, sampai bayar,” katanya.

Terhubung dengan Berbagai Fungsi Bisnis

Neo terhubung dengan sejumlah modul bisnis, antara lain campaign, pesanan, reservasi, appointment, kelas dan lapangan, membership, loyalty, invoice, serta pembayaran.

Sistem tersebut tidak hanya membaca data yang tersedia, tetapi juga dapat menjalankan tindakan berdasarkan informasi dan aturan bisnis yang telah ditentukan.

Pada bisnis otomotif, misalnya, Neo dapat memanfaatkan riwayat kendaraan pelanggan untuk membantu mengecek jadwal servis, membuat booking, hingga mengirimkan pengingat.

Sementara pada klinik kecantikan dan bisnis wellness, sistem dapat mengecek ketersediaan terapis, menahan slot appointment, serta mengirimkan permintaan deposit kepada pelanggan.

Di restoran dan kafe, pelanggan juga dapat menyampaikan pesanan melalui percakapan maupun voice note. Pesanan tersebut kemudian diteruskan ke alur operasional yang digunakan bisnis.

Neobiz menyatakan platform-nya menyasar berbagai sektor, termasuk retail, online commerce, restoran dan kafe, beauty dan wellness, olahraga dan fitness, klinik estetika, pendidikan, otomotif, serta bisnis jasa.

Jika permintaan pelanggan membutuhkan keputusan manusia, percakapan dapat dialihkan kepada staf dengan tetap membawa konteks percakapan sebelumnya.

Klaim Efisiensi hingga 80 Persen

Dalam implementasi awal di sejumlah kategori bisnis, Neobiz menyebut terdapat merchant yang melaporkan hingga 98 persen pelanggan dapat terlayani.

Perusahaan juga menyebut adanya efisiensi biaya hingga 80 persen serta peningkatan pendapatan sekitar 20-40 persen pada sejumlah implementasi.

Namun, Neobiz menegaskan hasil tersebut dapat berbeda pada setiap bisnis, tergantung karakteristik usaha dan proses kerja yang dioptimalkan.

Selain fungsi pelayanan pelanggan, platform tersebut menyediakan Neo Impact yang menghubungkan campaign dengan percakapan, booking, dan transaksi.

Sementara itu, Neo Insights digunakan untuk membantu bisnis melihat pola operasional, seperti pelanggan yang mulai tidak aktif maupun kapasitas layanan yang belum optimal.

Neobiz menyatakan platform-nya berstatus official Meta Tech Provider dan dibangun di atas WhatsApp Business Platform.

Selain melalui WhatsApp, aktivitas bisnis juga dapat dikelola melalui aplikasi web Neobiz, termasuk inbox, booking, pesanan, data pelanggan, membership, loyalty, campaign, dan laporan.

AI Ubah Cara Bisnis Berinteraksi dengan Software

Jimmy mengatakan pendekatan tersebut mencerminkan perubahan cara bisnis berinteraksi dengan perangkat lunak.

Software generasi sebelumnya meminta kita membuka aplikasi, mencari menu, lalu mengisi form. Dengan AI, cukup sampaikan apa yang ingin dicapai. Sistemnya tetap ada di belakang, tetapi cara kita menggunakannya berubah,” ujarnya.

Neobiz juga menyediakan integrasi dengan sistem yang telah digunakan bisnis, seperti POS, payment gateway, akuntansi, ERP, CRM, dan logistik melalui API serta webhook.

Platform Neobiz mulai tersedia bagi bisnis di Indonesia pada 28 Agustus 2026. Perusahaan menyebut ekspansi ke kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu rencana berikutnya.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play