SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Presiden Lee Jae Myung Sebut Gim Bukan Kecanduan, tapi Aset Ekonomi Korea Selatan

Presiden Lee Jae Myung Sebut Gim Bukan Kecanduan, tapi Aset Ekonomi Korea Selatan

Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung saat mengunjungi kantor pusat PUBG Korea Selatan di Seongsu, Seoul pada Rabu 15 Oktober 2025. (Allkpop.com)

Suara Kalbar- Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyatakan industri gim bukanlah sesuatu yang membuat ketagihan, namun merupakan bagian penting dari industri budaya Korea Selatan. Menurutnya, pemerintah dan seluruh rakyat harus menjadikan Korea Selatan sebagai negara industri budaya global, salah satunya lewat industri gim.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara K-Game On-Site Meeting di kantor pusat PUBG, Seongsu, Seoul pada Rabu (15/10/2025).

“Gim bukanlah zat adiktif,” ujar Lee Jae Myung dikutip dari Allkpop, Kamis (16/10/2025).

Ia juga menyoroti peran industri gim terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, bagi negara kekurangan sumber daya alam seperti Korea Selatan yang begitu bergantung pada ekspor, industri gim merupakan salah satu bentuk ekspor paling nyata.

“Saya dengar PUBG (Battlegrounds) memiliki penjualan sebesar 2,7 triliun won Korea pada 2024 dengan hanya beberapa ratus orang yang bekerja langsung di sana. Ini jelas berkontribusi besar menciptakan kesejahteraan nasional. Ekspor gim merupakan bentuk ekspor yang sesungguhnya,” tegas Presiden Lee.

Pada kesempatan yang sama, ia juga tak menampik, pemerintahan sebelumnya telah mengklasifikasikan gim sebagai salah satu dari empat kecanduan utama di masyarakat.

“Saya bertanya-tanya apakah kita sekarang tiba-tiba disalip oleh China karena kita dahilu menjalankan kebijakan  yang menindas alih-alih memberikan dukungan, meskipun industri gim kita berada di depan mereka pada saat itu,” tambahnya.

Orang nomor satu di negeri ginseng itu menekankan, justru industri gim dapat berkontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda di Korea Selatan.

Meski demikian, ia tetap menyoroti kesejahteraan para tenaga kerja dalam industri ini.

“Jadi hal yang menyenangkan bagi operator bisnis gim melihat  peningkatan penjualan dan laba operasional melonjak ketika gim itu sukses. Tetapi, saya tertarik pada apakah para anak muda yangyang bekerja di sana juga dapat menikmati manfaat dan peluang yang setara atau tidak,” tutur Lee Jae Myung.

Presiden Lee menegaskan, ia sebagai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pekerja muda termasuk di pekerja di industri gim tidak dieksploitasi.

“Tugas kita adalah memastikan anak-anak muda yang dipekerjakan ini tidak menjadi sasaran konsumsi, ditelantarkan, atau hak asasi manusia mereka dilanggar. Kita harus mencegah skenario terburuk itu,” tandasnya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play