SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Opini BBM Langka Bukti Lemahnya Manajemen Pertamina!

BBM Langka Bukti Lemahnya Manajemen Pertamina!

Muhammad Zainal Bahri. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Oleh: Muhammad Zainal Bahri*

Ketergantungan masyarakat terhadap BBM hingga kini terus meningkat. Di saat yang sama ketergantungan ini dimanfaatkan oleh oknum Pertamina untuk melakukan praktik-praktik yang kadang sangat merugikan masyarakat.

Seperti yang baru-baru ini telah viral yang bersumber dari Kompas.com tentang Skandal Korupsi Pertamina 2018-2023, yang mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan triliun tepatnya Rp193,7 triliun dan jika hal tersebut dilakukan selama 2018-2023 maka kerugian negara bisa mencapai Rp968,5 triliun, hampir mencapai 1 kuadliriun.

Selain itu baru-baru ini juga viral yang bersumber dari Kompas.com tentang BBM langka di Balikpapan pada 21 Mei 2025. Dari hal tersebut mengakibatkan antrean yang sangat panjang lebih satu kilometer hingga perlu waktu berjam-jam untuk mendapatkan suplai BBM di SPBU dan tidak sedikit dari warga yang rela bermalam demi mendapatkan BBM tersebut (Pertalite).

Bahkan daerah yang biasanya menjadi tempat minyak bersemayam telah mengalami kelangkaan yang sangat merugikan dan membuat rakyat menderita karena harus antrean.

Tidak cukup di daerah Kaltim, di saat yang sama, Kalbar hingga kini juga sering mengalami kelangkaan BBM berjenis solar mulai dari tahun 2025 ke belakang hingga sekarang dan mengakibatkan antrean panjang kendaraan hingga berhari-hari.

Kemudian beberapa bulan terakhir juga dilansir dari media Suara Pemred pada 22 Maret 2025, tentang ‘BBM Kencing’ di Sungai Kapuas terungkap, polisi tetapkan 3 tersangka. Kapal tersebut milik anak mantan bos minyak di tengah-tengah Sungai Kapuas.

Menurut sumber berita di atas bahwa praktik ini telah berlangsung sebanyak 3 kali dan ini menandakan kegiatan tersebut dilakukan dengan terstruktur dan sistematis yang perlu dievaluasi serta didalami siapa saja yang terlibat.

Pertamina merupakan BUMN dengan aset yang cukup besar namun selalu merugi bahkan membebani APBN karena korupsi yang dilakukan dari tingkat atas hingga paling bawah.

Bahkan di banyak kasus, petinggi-petinggi Pertamina baik tingkat regional maupun pusat selalu cuci tangan dan tidak mau tahu perihal masalah yang terjadi.

Khususnya petinggi regional Patra Niaga Kalimantan Barat yang kerapkali menghindar bila dihadapkan dengan persoalan-persoalan yang ada.

Setelah Badko HMI Kalbar melalui bidang ekonomi sumber daya mineral dan lingkungan hidup (ESDM dan LH) mengkaji bagaimana masalah Pertamina yang selalu terdepan, isu mengenai Pertamina selalu pudar, sehingga membuat kami meyakini ada upaya untuk membuat kasus-kasus yang berkaitan dengan Pertamina tidak terdengar oleh siapapun dan tenggelam begitu saja.

Berdasarkan banyak kajian dengan memperhatikan masalah yang menimpa Pertamina, kami sangat meyakini bahwa Pertamina perlu melakukan evaluasi secara besar-besaran.

Bila perlu harus ada upaya campur tangan pemerintah daerah untuk mengintervensi secara langsung upaya apa saja yang perlu dilakukan oleh Pertamina.

Kita harus sadar bahwa ketergantungan masyarakat hingga segala sektor terhadap Pertamina terlalu besar, sehingga bila hanya bermuara pada kementerian BUMN akan berpotensi saling lempar bola panas dan cuci tangan. Jika masalah ini tidak dilakukan upaya mitigasi, maka kemungkinan kelangkaan yang sangat merugikan rakyat Balikpapan, juga yang terjadi di Kalimantan Barat, akan terjadi di daerah lain.

Oleh karena itu, kami Badko HMI Kalimantan Barat mengajak kepada siapapun untuk terus secara kolektif mengkritisi serta mengawasi kinerja Pertamina agar dapat berjalan sesuai yang dibutuhkan oleh negara maupun masyarakat.

*Penulis adalah Ketua Bidang Ekonomi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup (ESDM & LH) HMI BADKO Kalimantan Barat

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play