Aktivis Mempawah Minta Pemerintah Jadikan Rehabilitasi Hutan Mangrove sebagai Program Strategis Nasional
Mempawah (Suara Kalbar) – Mangrove atau yang biasa disebut pohon bakau, merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah pinggir pantai.
Secara bahasa, Mangrove sendiri memiliki arti semak atau pohon yang tumbuh di daerah rawa beriklim tropis atau subtropis.
Di Indonesia sendiri, mangrove banyak tumbuh di kawasan pesisir pantai.
Adapun manfaat ekologisnya adalah perlindungan pantai dari erosi, tempat habitat bagi berbagai spesies ikan, burung, dan hewan lainnya.
Kemudian, manfaat mangrove lainnya, yakni penyerapan karbon dioksida dan pengurangan emisi gas rumah kaca, pemurnian air laut dan darat, serta pencegahan intrusi air laut ke daratan.
Nah, dari manfaat mangrove tersebut, aktivis Mempawah Syahrul Ainurrafiq meminta pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan rehabilitasi hutan mangrove sebagai Program Strategis Nasional, yang merupakan pelaksanaan Mitigasi Krisis Iklim dan mewujudkan Program Ketahanan Pangan.
Dia menyebutkan ketahanan pangan tidak hanya dari sektor perikanan, akan tetapi juga di sektor pertanian. Sebab ratusan hektar lahan sawah yang sudah nonproduktif disebabkan adanya abrasi pantai.
Setiap tahun, lanjut dia, abrasi pantai semakin meningkat yang mengakibatkan air laut masuk di lahan-lahan sawah saat kondisi pasang laut.
Karena kondisi lahan sawah pertanian padi yang menjadi nonproduktif karena abrasi laut ini lah, maka ia mendorong rehabilitasi hutan mangrove Sebagai Program Strategis Nasional.
“Fakta di lapangan, banyak pohon mangrove yang berusia di atas 10 tahun tidak lagi efektif menahan gelombang laut. Dan itu terjadi di desa saya sendiri, yakni Desa Sungai Bakau Kecil Kecamatan Mempawah Timur,” ungkapnya.
Dalam hal ini, Syahrul Ainurrafiq merekomendasikan konsep pelaksanaan program rehabilitasi hutan mangrove yang berbasis swadaya masyarakat setempat. Sebab setelah ditanam, mangrove perlu adanya perawatan karena usia tumbuh setelah tanam minimal 1 tahun.
“Program rehabilitasi hutan mangrove yang berbasis swadaya masyarakat setempat akan membuat mangrove tumbuh maksimal dan tidak sekedar menjadi seremonial yang banyak menghabiskan anggaran,” tutupnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






