SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Ketapang Kondisi Jembatan Gantung di Desa Riam Kota Ketapang Memperihatinkan

Kondisi Jembatan Gantung di Desa Riam Kota Ketapang Memperihatinkan

Jembatan gantung Desa Riam Kota Kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang.[SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Suaraketapang]

Ketapang (Suara Kalbar)- Kondisi jembatan gantung di Desa Riam Kota, Kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang mulai lapuk dimakan usia. Warga setempat mengaku takut, apabila jembatan kayu itu sama nasibnya seperti jembatan gantung di Kabupaten Sekadau yang tiba-tiba putus dan membuat celaka warga yang kebetulan berada di atasnya.

Kepala Desa Penyarang Kecamatan Jelai Hulu, Robertus Surya mengaku, kondisi jembatan gantung yang berada di Desa Riam Kota itu kini semakin lapuk dimakan usia. Tak sulit menemukan lubang di jembatan itu. Apalagi sejumlah tiang pondasinya juga tampak retak.

“Usia jembatan ini kurang lebih 28 tahun, panjangnya 75 meter, kalau lebar dua meter. Kondisinya sangat mengkhawatirkan, sudah banyak yang bolong, sudah ada pergeseran tiang, juga sudah retak di bagian tiang pondasi,” jelasnya, melansir dari Suaraketapang–Suara Media Network, Minggu (20/8/2023)

Robertus Surya menjelaskan, jembatan gantung itu menjadi urat nadi masyarakat, terlebih anak sekolah yang setiap hari menyebrang. Infrastruktur penghubung itu menjadi satu-satunya akses dalam memangkas waktu perjalanan dari desa menuju ibu kota kecamatan.

“Jembatan ini menghubungkan lima desa menuju pusat kecamatan, satu-satunya akses dengan jarak tempuh terdekat. Digunakan anak sekolah setiap hari bolak balik, anak SMP, SMA dan warga yang hilir mudik beraktivitas,” jelasnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Jelai Hulu, Acong Maryanto (58) menjelaskan, jembatan ini menyambungkan lima desa yakni, Desa Penyarang, Desa Kusik Batu Lapu, Desa Semantun, Desa Tebing Berseri dan Desa Pangkalan suka.

“Selain itu ada juga beberapa perusahaan, serta lalu lintas arah Kalimantan Tengah,” sebutnya.

Menurutnya, masukkan tentang kondisi jembatan Riam Kota ini sudah sering digaungkan pada Musrenbang tingkat kecamatan, namun hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah daerah.

“Jangan sampai jembatan ini menjadi jembatan yang ada di Sekadau, yang roboh itu. Mudah-mudahan Pemerintah, atau bisa juga mungkin CSR perusahaan dapatlah mengalokasi anggaran untuk perbaikannya, akan lebih baik jika diganti dengan jembatan rangka baja,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play