SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau Balai Bahasa Gelar Desiminasi di Sanggau

Balai Bahasa Gelar Desiminasi di Sanggau

Sekda sanggau Kukuh Triyatmaka saat menerima Plakat dari Kepala Balai Bahasa Kalbar Anang santosa.[Suarakalbar.co.id/Darmansyah D]

Sanggau (Suara Kalbar) –Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek mengelar pertemuan bersama dari berbagai unsur dengan mengangkat tema Diseminasi program prioritas bidang kebahasaan dan kesastraan dengan perlindungan bahasa dan sastra di Provinsi Kalimantan Barat di aula hotel Grand Narita Sanggau, Senin (08/05/2023).

Kegiatan tersebut di buka Sekda Sanggau Kukuh Triatmaka dengan narasumber Anggota Komisi X DPR RI Adrianus Asia Sidot dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar Anang Santosa juga dihadiri Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sanggau Alipius serta Anggota DPRD Kabupaten Sanggau dengan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur Pemda Sanggau, tomas, praktisi pendidikan, kepala Sekolah dan Guru.

Kukuh menyampaikan kegiatan ini bersinergi dengan visi misi kepala daerah dalam pelestarian budaya dan keharmonisan dengan menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Kita ketahui Sanggau ini multi etnis, maka nilai-nilai kearifan lokal dari sisi bahasa. Faktannya disini banyak sub suku termasuk bahasa melayu disatu kecamatan dengan kecamatan lain agak berbeda bahasanya. Jadi bahasa itu sanggat penting karena merupkan sarana komunikasi,”ungkap Kukuh.

Mudah-mudahan melalui Desiminasi ini akan terwujud dan bahasa lokal bisa diakui dan dilestarikan.

“Pemerintah Daerah sanggat mendukung kegiatan ini karena ini sangat penting sekali dan terbantu dengan kegiatan ini,”ucap Kukuh.
Kepala Balai Bahasa Kalbar Anang Sentosa mengatakan tujuan dari kegiatan hari ini yaitu memperluas kebermanfaatan program ini bagi masyarakat.

“Saya berharap acara ini kedepannya akan ada sinergi antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat di badan bahasa untuk perwujudan revitalisasi bahasa dan sastra daerah,”katanya.

Sementara itu Adrianus Asia Sidot berharap dengan program dari Kemenristek melalui pusat bahasa dengan program revitalisasi dan pelestarian dapat mengangat bahasa daerah atau bahasa ibu.

“Agar bahasa daerah ini tidak ditinggal dan tetap ada, karena bahasa ini mewakili budaya, karakter satu kelompok masyarakat . Sehingga kalau bahasa daerahnya hilang maka dengan sendirinya juga budayanya, karya-karya sastra, karya seni juga karakter masyarakat nya juga akan memudar,”ujar Asia Sidot.

Dalam kontek Indonesia yang menganut Kebhinekaan maka bahasa daerah sebagai bahasa asli atau bahasa ibu tidak boleh hilang.

“Karena itu saya mendukung penuh kegiatan ini dan para peserta setelah Deseminasi ini setidak-tidaknya memiliki kesadaran bahwa bahasa daerah itu penting dan jangan malu memakai bahasa daerah,”tutup Asia Sidot.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play