SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau Tiga Kecamatan di Sanggau Masih Tinggi Angka Stunting

Tiga Kecamatan di Sanggau Masih Tinggi Angka Stunting

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Najori.

Sanggau (Suara Kalbar) – Tiga kecamatan dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sanggau menjadi penyumbang kasus stunting paling tinggi sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau berupaya menekan jumlah kasus stunting di akhir tahun 2022.

Tiga kecamatan yang masih tinggi angka stunting diantaranya Kecamatan Entikong, Kecamatan Noyan, dan Kecamatan Mukok.

“Kalau target tiga bulan pertama, untuk tahun 2022 target kita 18 persen. Tapi sampai triwulan pertama ini Januari sampai Juni, itu kita kan 19,22 persen. Tapi itu boleh boleh dikatakan masih tinggi. tapi ini masih setengah tahun. Harapan kita tahun 2022 akhir bisa menurun,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Najori.

Najori mengatakan Kecamatan Entikong, Noyan, dan Mukok, sebagai kecamatan dengan kasus stunting tertinggi. Hanya saja, ia belum memastikan angka atau persentasenya.

“Untuk angka belum kita belum kita tarik datanya dari Balita Bawah Garis Merah (BBGM). Sekitar akhir bulan Juni ini akan saya tarik, nanti baru ketahuan,” katanya.

Dia menyebut pencegahan atau upaya meminimalisir angka stunting tak hanya dari Dinas Kesehatan. Seluruh stake holder harus ikut berperan.

“Pencegahan stunting ini ada yang namanya sensitif dan spesifik. Kalau sensitif lebih banyak di bidang kesehatan, seperti pelayanan kesehatan. Kalau di luar kesehatan, seperti peran Dinas CK dan Dinas Pertanian semua punya program masing-masing. Sekarang, kebetulan desa kita undang, dalam pertemuan ini. Ini salah satu program untuk menurunkan stunting. Karena kuncinya ada di desa,” ujarnya.

Upaya dari Dinkes juga terus berjalan. Ia menyontohkan kelas ibu hamil dan pelayanan kesehatan di setiap Posyandu. Termasuk pemberian tablet penambah darah pada remaja putri.

“Supaya ketika mereka nanti melahirkan mencegah perdarahan, dan mengurangi kematian ibu dan bayi,” pungkasnya.

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play