MUI Perkuat Ukhuwah Islamiyah Menuju Sambas Berkah dan Berkemajuan Lewat Musda V
Sambas (Suara Kalbar) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V, Sabtu (7/11/2026), di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Haji Kabupaten Sambas. Kegiatan ini mengusung tema “Merekat Ukhuwah Islamiyah Menebar Islam Wasathiyah Menuju Sambas Berkah Berkemajuan”.
Musda V tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi kepengurusan dan perumusan program kerja MUI Kabupaten Sambas ke depan. Forum ini juga diharapkan memperkuat persaudaraan umat Islam serta meningkatkan peran ulama dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Ketua Umum MUI Kabupaten Sambas, Prof. Dr. H. Sumar’in, SEI., M.SI., dalam sambutannya menegaskan bahwa Musda tidak boleh hanya menjadi agenda formalitas organisasi. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi ruang melahirkan gagasan dan program unggulan yang memberikan dampak nyata bagi umat.
Ia mendorong penguatan kelembagaan MUI hingga tingkat kecamatan, peningkatan kapasitas dai dan ulama, serta upaya melindungi umat dari berbagai kemudaratan.
“Kita harus memastikan bahwa MUI Kabupaten Sambas ke depan adalah MUI yang khadimul ummat (pelayan umat), shadiqul hukumah (mitra pemerintah), dan himayatul ummat (penjaga umat) yang benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dari pelosok desa hingga ke tengah kota,” pesannya.
Sumar’in juga mengingatkan pengurus yang nantinya terpilih agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Jadikanlah jabatan ini sebagai jalan menuju keridhaan Allah, bukan jalan menuju kesombongan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus MUI Kabupaten Sambas periode 2022–2027 atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Barat, Drs. KH. M. Basri HAR., menekankan pentingnya memperkuat peran MUI di tingkat kabupaten dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama serta membangun sinergi antara ulama dan pemerintah.
” MUI harus mampu menjadi rujukan umat dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan maupun sosial dengan mengedepankan sikap moderat, bijaksana, dan menjaga persatuan,” ungkapnya.
Peran ulama juga dinilai strategis dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
Musda V secara resmi dibuka oleh Bupati Sambas yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sambas, Dedy Zulkarnain, S.Sos.
Dalam sambutan pemerintah daerah, disampaikan bahwa sinergi antara ulama dan pemerintah merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan masyarakat Sambas yang religius, harmonis, dan sejahtera.
“Pembangunan daerah, tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan nilai-nilai moral, spiritual, serta keharmonisan sosial,” katanya.
Kolaborasi pemerintah dan ulama diharapkan dapat memperkuat karakter keagamaan masyarakat, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Sambas.
Tema Musda V juga menegaskan pentingnya ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi persatuan umat dan penyebaran nilai-nilai Islam wasathiyah, yakni pemahaman beragama yang moderat, seimbang, adil, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.
Nilai tersebut dinilai penting untuk menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan merawat persatuan masyarakat Kabupaten Sambas yang memiliki latar belakang budaya dan sosial yang beragam.
Melalui Musda V, MUI Kabupaten Sambas diharapkan menghasilkan keputusan organisasi serta program kerja yang konstruktif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan MUI tidak hanya menjadi wadah musyawarah para ulama, tetapi juga mampu hadir sebagai pelayan umat, mitra pemerintah, dan penjaga kehidupan keagamaan demi mewujudkan Sambas yang berkah, harmonis, dan berkemajuan.
Penulis: Tim Liputan






