Sambas  

36 Calon Jamaah Umrah Asal Sambas Kalbar Terlantar di Bekasi, Tanpa Kepastian Keberangkatan

36 Calon Jamaah Umrah Asal Sambas Kalbar Terlantar di Bekasi.[Tangkapan Layar Video/Facebook: Riyadi Riyadi]

Bekasi (Suara Kalbar) – Sebanyak 36 calon jamaah umrah asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terlantar di salah satu hotel wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, tanpa kepastian keberangkatan. Mereka telah dijanjikan keberangkatan sejak tanggal 10 Maret 2022 oleh salah satu biro perjalanan umrah, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberangkatan yang pasti.

Riyadi Kusmadani, salah satu calon jamaah umrah, mengatakan bahwa mereka telah membayar biaya keberangkatan kepada seseorang bernama Erna yang mengaku sebagai marketing dari salah satu biro perjalanan umrah. Biaya tersebut bervariatif mulai dari Rp 34 hingga 35 juta. Namun, setelah berhari-hari menunggu, mereka justru terlantar di salah satu penampungan TKI wilayah Bekasi.

“Awalnya saya dan para jemaah dijanjikan oleh Ibu Erna asal Pemangkat untuk berangkat tanggal 10 Maret, dari Pontianak ke Jakarta, Jakarta ke Jeddah,”katanya melansir dari beritasatu.com, Sabtu (25/3/2023).

Riyadi menjelaskan bahwa pada akhirnya, biro perjalanan tersebut memberikan janji-janji yang tidak dipenuhi terkait keberangkatan. Meskipun beberapa calon jamaah umrah telah membayar biaya tersebut sejak sebelum pandemi Covid-19, mereka belum memegang visa umrah dan belum ada kejelasan terkait sampai kapan mereka harus tertahan di Kota Bekasi.

“Berangkat pertama di hari keempat di hari Senin saya 20 orang sama jemaah, 16 jemaah tinggal datang kami di Bekasi saya dan kawan-kawan habis di Bandara menunggu di Bandara untuk dijemput ada sekitar 4 sampai 5 jam menunggu di Bandara. Habis itu kami di Bandara dibawa ke Bekasi, kemudian dibawa ke tempat pelatihan TKI saya tidak tahu di mana kampungnya itu,”terangnya.

Saat ini, para calon jamaah umrah masih menunggu itikad baik dari biro perjalanan untuk mengembalikan uang dan memulangkan mereka ke Kabupaten Sambas. Namun, jika hal tersebut tidak terpenuhi, mereka berencana melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

“Iya Ibu Erna ngaku sebagai marketing pemasaran dari pihak PT. Setelah kami datang ke Jakarta kumpul dengan dua rombongan kami telepon pihak PT Rihlah manajer telepon perwakilannya datang dia ngomong bahwa PT  tersebut  tidak ada kerja sama dengan atas nama Erna maupun Firman. Setelah di sini Firman bertanggungjawab menghandle semua dari si Erna diambil alih. Tiba hari Selasa jemaah 16 orang datang lagi ke Jakarta. Di hati 16 orang kawan-kawan itu yang 20 orang ini menyusul ke Bandara langsung ke Jeddah, rupanya diantar lagi ke Bekasi tempat kami,” ungkapnya.

Dalam situasi yang tidak pasti ini, para calon jamaah umrah berharap dapat segera pulang ke rumah mereka dengan selamat dan mendapat solusi yang adil dari biro perjalanan terkait uang yang telah mereka bayarkan.

“Datang lagi si Firman ke tempat kami mengobral janji yang manis, katanya Insya Allah tanggal 23 tapi sampai sekarang tidak berangkat. Kemudian janji lagi tanggal 25 berangkat, tapi malam ini Firman berjanji mau datang ke tempat penginapan kami dia tidak datang. Firman itu adalah pengecut dan penipu, saya merasa dia penipu,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS