Masyarakat Desa Entibab Kapuas Hulu Terima Dukungan Peralatan Penanganan Karhutla
Kapuas Hulu (Suara Kalbar)– PT Sempinur Bunga Energi (SBE) menyerahkan sarana dan prasarana pendukung pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat Desa Entibab, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko karhutla di wilayah sekitar area operasionalnya.
Sarana dan prasarana yang diserahkan meliputi satu set pompa apung, satu set mini striker, selang dan nozzle, alat pemadam manual (kepyok), serta 10 set perlengkapan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Perlengkapan tersebut mencakup sepatu pelindung, sepatu karet, pakaian seragam, helm, kacamata pelindung, masker, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Selain penyerahan peralatan, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi mengenai tugas dan tanggung jawab MPA, pengenalan peralatan penanganan karhutla, serta penjelasan mengenai penggunaan dan pemeliharaan peralatan yang disampaikan oleh perwakilan PT SBE.
Kepala Desa Entibab, Sudarso, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT SBE dalam penyediaan sarana dan prasarana tersebut.
“Saya berharap peralatan yang diserahkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Entibab, termasuk di wilayah Kuala Buin dan Kampung Baru, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” ungkapnya.
Sudarso juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai tata cara penggunaan peralatan agar sarana dan prasarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat serta dipelihara dengan baik.
Head of Compliance and Community Engagement PT SBE, Syamsul Fikar, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama perusahaan dengan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, terutama di wilayah yang berdekatan dengan area kerja perusahaan.
Menurut Syamsul, sekitar 5.000 hektare area kerja PT SBE berada secara administratif di wilayah Desa Entibab. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pentingnya koordinasi dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla, termasuk perlindungan kawasan lahan gambut dari risiko kebakaran.
“Kami berharap sarana dan prasarana yang diserahkan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan serta mendukung kerja sama antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Ketua MPA Desa Entibab, Syamsuddin, menyambut baik penyerahan peralatan tersebut. Menurutnya, keberadaan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di lingkungan sekitar. Ia juga menyampaikan bahwa peralatan akan disimpan di Kantor Desa Entibab serta diupayakan untuk dirawat dan digunakan dengan baik.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Entibab, Sabran, menilai ketersediaan peralatan tersebut dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat, mengingat keterbatasan sarana yang sebelumnya dihadapi dalam penanganan kebakaran lahan.
“Masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan dan lahan untuk lebih berhati-hati terhadap sumber api, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun meninggalkan api yang masih menyala,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Tabri, tokoh masyarakat sekaligus anggota MPA Desa Entibab. Berdasarkan pengalamannya menghadapi kejadian kebakaran di kawasan Danau Belida beberapa tahun lalu, ia berharap keberadaan peralatan ini dapat membantu masyarakat dalam merespons kejadian kebakaran, khususnya saat kondisi lahan kering.
Penyerahan peralatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam pelaksanaan Borneo Revive, proyek konservasi dan restorasi lahan gambut jangka panjang yang dilaksanakan PT SBE di Kabupaten Kapuas Hulu, dalam bentang alam Heart of Borneo. Proyek yang mencakup lebih dari 48.000 hektare kawasan hutan tropis, yang sebagian besar berupa lahan gambut, ini bertujuan melindungi hutan yang tersisa dan kawasan gambut dalam, memulihkan kawasan yang terdegradasi, serta bekerja sama dengan masyarakat sekitar dalam upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, PT SBE berharap dukungan sarana dan prasarana tersebut dapat membantu kesiapsiagaan masyarakat Desa Entibab dalam menghadapi risiko karhutla. Pemanfaatan dan pemeliharaan peralatan, disertai koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait, diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan.
Penulis: Siaran Pers






