SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda TNI-Polri Sejarah HUT TNI 5 Oktober, Berawal dari TKR hingga Menjadi TNI

Sejarah HUT TNI 5 Oktober, Berawal dari TKR hingga Menjadi TNI

Logo HUT TNI 81

Pontianak (Suara Kalbar) – Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati setiap 5 Oktober. Peringatan tersebut berakar dari pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, sekitar sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Meski nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru ditetapkan secara resmi pada 3 Juni 1947, tanggal 5 Oktober tetap dipertahankan sebagai hari lahir TNI. Momentum tersebut dinilai menjadi tonggak awal terbentuknya tentara kebangsaan Indonesia setelah kemerdekaan.

Perjalanan organisasi militer Indonesia sendiri berlangsung melalui sejumlah perubahan nama dan struktur, seiring dengan dinamika perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan perkembangan ketatanegaraan Indonesia.

Berawal dari BKR

Cikal bakal organisasi pertahanan Indonesia bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pada masa awal kemerdekaan, BKR tidak dibentuk sebagai tentara resmi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari bentrokan dan ketegangan dengan pasukan Jepang maupun pasukan Sekutu yang masih berada di wilayah Indonesia.

BKR kemudian menjadi wadah bagi unsur-unsur masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga keamanan di berbagai daerah.

BKR Berubah Menjadi TKR

Situasi keamanan berkembang seiring meningkatnya ancaman terhadap kemerdekaan Indonesia, termasuk kedatangan pasukan Sekutu dan Netherlands Indies Civil Administration (NICA).

Pemerintah kemudian meningkatkan status BKR menjadi kekuatan militer resmi dengan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945.

Tanggal pembentukan TKR inilah yang kemudian ditetapkan sebagai dasar peringatan HUT TNI setiap 5 Oktober.

Menjadi Tentara Republik Indonesia

Dalam upaya membangun organisasi militer yang lebih teratur dan memiliki struktur yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan negara, pemerintah kembali melakukan perubahan.

Pada 23 Januari 1946, nama TKR diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada periode tersebut, selain TRI sebagai tentara reguler, berbagai laskar dan kelompok perjuangan rakyat juga turut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kondisi tersebut kemudian mendorong perlunya penyatuan seluruh kekuatan bersenjata dalam satu organisasi nasional.

Lahirnya Tentara Nasional Indonesia

Pada 3 Juni 1947, Presiden Soekarno mengesahkan pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pembentukan TNI menjadi langkah penting untuk menyatukan kekuatan bersenjata, termasuk tentara reguler dan berbagai unsur perjuangan rakyat, ke dalam satu kekuatan pertahanan nasional.

Sejak saat itu, TNI berkembang menjadi institusi pertahanan negara yang memiliki perjalanan panjang dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.

Sempat Menjadi ABRI

Dalam perjalanan berikutnya, organisasi pertahanan dan keamanan Indonesia kembali mengalami perubahan.

Pada 1962, TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) digabungkan dalam satu organisasi bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Dalam struktur ABRI, unsur militer terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, sementara kepolisian juga berada dalam satu payung organisasi pertahanan dan keamanan.

Perubahan besar terjadi setelah era Reformasi. Pada 1 April 1999, TNI dan Polri secara resmi dipisahkan kembali.

Sejak saat itu, institusi militer kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan tugas utama di bidang pertahanan negara. TNI terdiri atas tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

5 Oktober Menjadi Hari Lahir TNI

Dengan demikian, peringatan HUT TNI setiap 5 Oktober bukan semata-mata merujuk pada saat nama TNI digunakan secara resmi. Tanggal tersebut merujuk pada momentum pembentukan TKR pada 5 Oktober 1945 sebagai salah satu tonggak awal berdirinya kekuatan tentara kebangsaan Indonesia.

Perjalanan dari BKR, TKR, TRI, TNI, kemudian ABRI dan kembali menjadi TNI menggambarkan dinamika panjang organisasi militer Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Setiap 5 Oktober, peringatan HUT TNI menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan sekaligus memperkuat komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjalankan tugas pertahanan negara.

 Sumber: Berbagai sumber

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play