LDII Kalbar Apresiasi Empat Tahun Kepemimpinan Kakanwil Kemenag, Perkuat Peran sebagai Perekat Umat
Pontianak (Suara Kalbar) – Awal Oktober 2026 empat tahun sudah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dipimpin Dr. Muhajirin Yanis.
Kesuksesan dan kinerja Kakanwil Kemenag Kalimantan Barat mendapat apresiasi dari Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat Susanto.
Pihaknya menilai, peran Kanwil Kemenag tidak berhenti pada aspek pelayanan administratif keagamaan. Lebih dari itu, Kemenag memiliki posisi strategis dalam mempertemukan berbagai elemen masyarakat di tengah keberagaman agama dan keyakinan di Kalimantan Barat.
“Kami melihat Kemenag Kalbar telah menjalankan peran yang secara substantif dapat dimaknai sebagai jāmi‘u kalimatil ummah, yakni mempertemukan dan merekatkan berbagai elemen umat, sekaligus ri‘āyatul ummah, yaitu membina, melayani, dan mengayomi umat,” kata Susanto, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia posisi tersebut penting karena Kalimantan Barat memiliki masyarakat yang majemuk.
Kerukunan tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
Salah satu capaian yang dinilai relevan adalah Harmony Award 2025 yang diberikan Kementerian Agama kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat sebagai salah satu FKUB provinsi dengan kinerja terbaik secara nasional.
Susanto menegaskan, penghargaan tersebut diberikan kepada FKUB Kalbar, bukan Kanwil Kemenag. Namun, capaian itu menunjukkan adanya ekosistem kolaborasi dalam pemeliharaan kerukunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar sebuah predikat. Ini menunjukkan bahwa kerja-kerja merawat kerukunan membutuhkan kolaborasi. Kemenag, FKUB, pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran masing-masing,” ujarnya.
Bukan Sekadar Mengelola Urusan Agama
Susanto mengatakan, tantangan kehidupan beragama saat ini semakin kompleks. Perkembangan media sosial, derasnya arus informasi, serta potensi polarisasi di masyarakat membutuhkan peran lembaga keagamaan dan pemerintah yang mampu membangun ruang dialog.
Dalam konteks tersebut, Kanwil Kemenag dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung berbagai kepentingan keagamaan.
“Ketika Kemenag mampu mempertemukan berbagai elemen, membuka ruang dialog dan memastikan pelayanan keagamaan berjalan dengan baik, di situlah fungsi jāmi‘u kalimatil ummah dan ri‘āyatul ummah menemukan relevansinya,” kata Susanto.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat LDII untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan produktif melalui kerja sama lintas lembaga.
LDII Kalbar, kata Susanto, juga berkomitmen terus membangun kemitraan dengan Kemenag, khususnya dalam penguatan kerukunan umat beragama, moderasi beragama, pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan sosial.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana umat menjalankan kehidupan beragama dengan baik, tetapi bagaimana nilai-nilai agama menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat dan memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.
Susanto berharap capaian selama empat tahun terakhir dapat menjadi fondasi bagi penguatan pelayanan dan pembinaan umat pada periode berikutnya.
“Kerukunan adalah modal sosial Kalimantan Barat. Menjaganya merupakan tanggung jawab bersama,” kata Susanto.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






