Kinerja Bank Kalbar Triwulan III 2026 Positif, Kredit Tumbuh 4,99 Persen dan Laba Capai Rp397,55 Miliar
Pontianak (Suara Kalbar) – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) mencatatkan kinerja positif hingga Triwulan III 2026. Hingga September 2026, penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp18,09 triliun, tumbuh 4,99 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), disertai peningkatan laba dan penguatan struktur pendanaan melalui strategi peningkatan Current Account Saving Account (CASA).
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi, serta menjaga pertumbuhan usaha yang sehat dan berkesinambungan.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kualitas aset dan efisiensi pendanaan. Karena itu, Bank Kalbar tidak hanya berfokus pada peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat struktur dana serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usaha.
Hingga September 2026, kredit dan pembiayaan Bank Kalbar tercatat sebesar Rp18,09 triliun, meningkat dibandingkan posisi September 2025 yang mencapai Rp17,23 triliun. Pertumbuhan ini mempertegas peran Bank Kalbar dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat di Kalimantan Barat.
Dari sisi profitabilitas, Bank Kalbar juga membukukan laba sebesar Rp397,55 miliar pada September 2026. Angka tersebut tumbuh 2,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan laba ini mencerminkan kemampuan Bank Kalbar mempertahankan momentum pertumbuhan usaha di tengah dinamika dan persaingan industri perbankan.
Perkuat Dana Murah melalui Strategi CASA
Selain mendorong pertumbuhan kredit dan laba, Bank Kalbar memprioritaskan penguatan Current Account Saving Account (CASA), yakni dana pihak ketiga yang bersumber dari giro dan tabungan.
Hingga September 2026, rasio CASA Bank Kalbar tercatat sebesar 70,16 persen. Penguatan rasio tersebut menjadi salah satu strategi untuk membangun struktur pendanaan yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif.
Dengan komposisi pendanaan yang semakin kuat, Bank Kalbar diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga efisiensi biaya dana.
“Penguatan CASA menjadi salah satu prioritas kami. Kami ingin membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien, sehingga Bank Kalbar dapat terus meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar Rokidi.
Strategi tersebut menjadi bagian dari langkah Bank Kalbar dalam memperkuat fundamental usaha agar mampu menghadapi perubahan kondisi industri perbankan sekaligus mempertahankan daya saing di tingkat regional.
Kualitas Kredit Tetap Dijaga
Di tengah pertumbuhan bisnis, Bank Kalbar tetap menempatkan kualitas kredit sebagai salah satu perhatian utama. Pada September 2026, rasio Non-Performing Loan (NPL) net tercatat sebesar 0,86 persen, sedangkan NPL gross sebesar 2,35 persen.
Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari pemantauan kualitas aset dan pengelolaan risiko perbankan. Pengendalian rasio kredit bermasalah diperlukan untuk memastikan ekspansi pembiayaan berjalan secara terukur dan tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian.
Rokidi menegaskan, pertumbuhan berkelanjutan tidak hanya diukur dari besarnya angka bisnis, tetapi juga dari kemampuan bank menjaga kepercayaan masyarakat, mengelola risiko, serta menghadirkan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Dengan capaian hingga Triwulan III 2026, Bank Kalbar terus memperkuat fondasi bisnis melalui pertumbuhan kredit dan pembiayaan, peningkatan profitabilitas, penguatan CASA, serta pengelolaan kualitas aset.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Kalbar untuk terus berkembang sebagai bank daerah yang kompetitif sekaligus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan dan kemajuan perekonomian Kalimantan Barat.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






