Festival Tari se-Kalbar, Firdaus Dorong Penguatan Moderasi Lintas Etnis Lewat Seni dan Budaya
Pontianak (Suara Kalbar) – Sekretaris Jenderal sekaligus Koordinator Moderasi Lintas Etnis Kalimantan Barat, Firdaus, S.IP., M.Sos., membuka Festival Tari se-Kalimantan Barat di Alun-Alun Kapuas, Pontianak, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat tersebut menjadi upaya memperkuat persaudaraan antaretnis dan merawat keberagaman melalui seni dan budaya.
Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mengapresiasi, dan menghormati kekayaan budaya yang dimiliki berbagai kelompok etnis di Kalimantan Barat. Melalui pertunjukan tari, nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai diharapkan semakin tumbuh di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Seni tari tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan budaya, tetapi juga mencerminkan identitas, sejarah, filosofi, dan nilai-nilai luhur masyarakat pendukungnya. Karena itu, perbedaan ekspresi budaya perlu dipandang sebagai kekayaan bersama yang dapat mempererat hubungan sosial, bukan menjadi sekat pemisah.
Bagi gerakan Moderasi Lintas Etnis Kalimantan Barat, kegiatan kebudayaan menjadi salah satu sarana membangun kehidupan masyarakat yang inklusif. Moderasi diwujudkan melalui sikap saling menghormati, keterbukaan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga keharmonisan tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing.
Seni Budaya sebagai Ruang Persaudaraan
Keberagaman etnis di Kalimantan Barat merupakan realitas sosial yang perlu dirawat melalui komunikasi, interaksi, dan kerja sama antarkelompok masyarakat.
Festival tari memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk saling mengenal tradisi dan kebudayaan satu sama lain. Melalui interaksi tersebut, seni dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan, memperluas persahabatan, dan memperkuat solidaritas sosial.
Kegiatan ini juga dinilai memiliki nilai edukasi bagi generasi muda. Pengenalan terhadap berbagai tradisi dan kesenian daerah dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap kelompok etnis memiliki warisan budaya yang patut dihargai dan dilestarikan.
Dengan demikian, nilai toleransi dan persatuan tidak hanya disampaikan melalui pesan atau slogan, tetapi juga diperkenalkan melalui pengalaman langsung dalam kehidupan bermasyarakat.
Kolaborasi Pelestarian Budaya
Kerja sama Moderasi Lintas Etnis Kalimantan Barat dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.
Pelestarian kebudayaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas seni, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga generasi muda. Kolaborasi tersebut diperlukan agar seni tradisional tetap hidup, berkembang, dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemilihan Alun-Alun Kapuas sebagai lokasi kegiatan juga menghadirkan ruang publik sebagai tempat perjumpaan masyarakat melalui beragam ekspresi seni dan budaya.
Melalui ruang seperti ini, masyarakat dapat menyaksikan langsung kekayaan tradisi daerah sekaligus memahami bahwa kebudayaan merupakan bagian dari identitas bersama yang perlu dijaga.
Dari Festival Menuju Harmoni Sosial
Festival Tari se-Kalimantan Barat diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas dialog lintas etnis dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Merawat kebinekaan bukan berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, persatuan dapat tumbuh ketika setiap kelompok masyarakat mampu mempertahankan identitas budayanya sekaligus menghormati identitas kelompok lain.
Melalui kegiatan ini, Moderasi Lintas Etnis Kalimantan Barat bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat mendorong seni dan budaya menjadi sarana memperkuat hubungan sosial serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Keberagaman etnis dan budaya di Kalimantan Barat diharapkan terus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan. Melalui seni, masyarakat dapat merawat kebinekaan, sedangkan melalui sikap moderat, persatuan dapat semakin kokoh di tengah perbedaan.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






