SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Satu QR Code untuk Jelajahi Wisata Sungai Kakap, Inovasi Digital Dosen dan Mahasiswa IAIN Pontianak

Satu QR Code untuk Jelajahi Wisata Sungai Kakap, Inovasi Digital Dosen dan Mahasiswa IAIN Pontianak

Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Karya Ilmiah (PKM-KI) pada 23–25 Oktober 2026. SUARAKALBAR.CO.DI/ist

Kubu Raya (Suara Kalbar)  – Dosen dan mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengembangkan Smart Tourism Map, peta wisata digital berbasis QR Code untuk memudahkan wisatawan mengakses informasi destinasi dan berbagai fasilitas di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Karya Ilmiah (PKM-KI) pada 23–25 Oktober 2026. Program ini menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan Desa Sungai Kakap sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Barat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Tim PKM terdiri atas Dr. Luqman Hakim, S.H.I., M.S.I., dosen Pascasarjana sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak, bersama tiga mahasiswa, yakni Wendi Hadi Setyadi, Muhammad Irawan, dan Irham Asfy Putra.

Melalui Smart Tourism Map, berbagai informasi penting bagi wisatawan diintegrasikan dalam satu akses digital menggunakan platform Linktree. Informasi tersebut mencakup tempat kuliner, rumah makan, rumah ibadah, objek wisata, toko ritel modern, hingga anjungan tunai mandiri (ATM).

Wisatawan cukup memindai satu QR Code untuk memilih lokasi yang ingin dikunjungi. Informasi tambahan, seperti menu makanan dan harga di rumah makan, juga dapat diakses apabila telah dicantumkan dalam sistem.

Dengan cara ini, pengunjung diharapkan lebih mudah merencanakan perjalanan tanpa harus mencari informasi setiap lokasi secara terpisah.

Sejalan dengan Pengembangan Desa Wisata

Kepala Desa Sungai Kakap, Syarif Said Ibrahim Alkadrie, menyambut baik inovasi yang dikembangkan dosen dan mahasiswa IAIN Pontianak tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital sejalan dengan upaya memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain membantu wisatawan menemukan destinasi dan fasilitas yang dibutuhkan, integrasi informasi usaha lokal juga berpotensi memperluas jangkauan promosi bagi pelaku usaha di Desa Sungai Kakap.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Kakap, Busrah, yang akrab disapa Bang Boy. Ia menilai Smart Tourism Map sebagai inovasi kreatif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pengunjung.

“Ini baru mantap ni, semua terintegrasi di QR Code ini. Orang-orang bisa scan dan langsung dapat melihat mana-mana rumah makan, apa menunya, masjid di mana, ATM dan lain-lain. Sangat bermanfaat,” ujar Busrah.

Menurutnya, kemudahan mengakses berbagai informasi melalui satu pintu menjadi nilai tambah dalam pengembangan wisata desa. Wisatawan dapat mengetahui lokasi yang dibutuhkan dengan lebih praktis, sehingga pengalaman berkunjung ke Sungai Kakap diharapkan semakin nyaman.

Teknologi Sederhana, Manfaat bagi Masyarakat

Ketua tim PKM, Dr. Luqman Hakim, menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari gagasan mahasiswa yang ingin menghadirkan solusi digital sederhana, mudah digunakan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Program ini sebenarnya simpel, tetapi manfaatnya sangat besar. Dengan adanya QR Code ini, informasi wisata di Desa Sungai Kakap menjadi lebih terintegrasi. Masyarakat dan wisatawan dapat lebih mudah menemukan tempat yang mereka butuhkan,” jelas Luqman.

Ia menambahkan, digitalisasi sektor wisata tidak selalu harus dimulai dengan teknologi yang rumit dan membutuhkan biaya besar. Pemanfaatan platform digital yang mudah diakses dapat menjadi langkah awal untuk membangun sistem informasi wisata yang terintegrasi.

Lebih dari sekadar petunjuk lokasi, Smart Tourism Map juga diharapkan menjadi sarana promosi bagi destinasi wisata dan pelaku usaha lokal. Rumah makan, tempat kuliner, toko, serta penyedia fasilitas lainnya berpeluang menjangkau lebih banyak pengunjung melalui kemudahan akses informasi.

Meski demikian, keberlanjutan program memerlukan pembaruan data secara berkala agar informasi yang tersedia tetap akurat, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Camat Sungai Kakap Berikan Apresiasi

Camat Sungai Kakap, Junaidi, S.Sos., turut menyampaikan apresiasi terhadap program pengabdian masyarakat yang digagas dosen dan mahasiswa IAIN Pontianak tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu relevan dengan kebutuhan pengembangan wisata di wilayah Sungai Kakap. Ia juga menilai koordinasi tim PKM dengan pemerintah desa dan Pokdarwis merupakan langkah tepat agar program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat mendukung kegiatan PKM dari IAIN Pontianak. Kegiatan yang dilakukan sangat tepat, dan mereka berkoordinasi dengan perangkat desa serta Pokdarwis, itu sudah tepat. Walaupun saya tidak bisa mendampingi kegiatan ini, saya sangat mengapresiasi kerja-kerja yang bermanfaat bagi masyarakat seperti ini. Mantap sekali programnya,” ujar Junaidi.

Dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Pokdarwis menjadi modal penting bagi keberlanjutan inovasi tersebut. Kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar peta wisata digital tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan, tetapi juga terus dimanfaatkan dan diperbarui.

Pengembangan Smart Tourism Map sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Melalui satu QR Code, Desa Sungai Kakap kini memiliki langkah awal untuk memperkuat promosi wisata berbasis digital, memperkenalkan potensi lokal, serta mendukung upaya menjadikan desa tersebut sebagai salah satu destinasi wisata yang semakin dikenal di Kalimantan Barat.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play