Dandim 1205/Sintang Ungkap Perkembangan KDMP di Melawi, Desa yang Belum Siapkan Lahan Jadi Perhatian
Melawi (Suara Kalbar) – Perkembangan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Melawi terus menjadi perhatian. Saat ini sudah 17 bangunan KDMP yang selesai dibangun dari total 169 desa yang ada di Melawi.
Selain pembangunan fisik, kesiapan lahan, pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras), hingga kesiapan personel menjadi sejumlah aspek penting sebelum koperasi dapat mulai beroperasi.
Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka mempersiapkan lahan pembangunan KDMP, khususnya bagi desa-desa yang hingga kini belum menyiapkan lokasi.
Hal tersebut disampaikan Dandim 1205/Sintang saat dikonfirmasi jurnalis Suara Kalbar, Selasa (27/10/2026).
“Untuk pembangunan KDKMP saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemda dalam rangka penyiapan lahan, khususnya bagi desa yang belum menyiapkan lahan,” ungkap Anggit.
Menurutnya, koordinasi antara jajaran TNI dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendorong kelanjutan pembangunan KDMP, terutama di desa-desa yang masih menghadapi kendala ketersediaan lahan.
Sementara itu, untuk bangunan KDMP yang telah selesai dibangun di wilayah Kalimantan, langkah selanjutnya adalah mengupayakan pemenuhan sarana dan prasarana dari PT Agrinas Pangan Nusantara, termasuk mempersiapkan personel yang akan mengawaki dan menjalankan operasional koperasi.
“Adapun yang telah selesai dibangun di wilayah Kalimantan, selanjutnya akan diupayakan pemenuhan sarpras dari Agrinas dan kesiapan personel yang akan mengawaki,” jelasnya.
Pemenuhan Sarpras Dilakukan Bertahap
Anggit mengungkapkan, pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional KDMP di wilayah Kalimantan Barat sudah mulai dilakukan secara bertahap.
Namun, operasionalisasi koperasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh sebelum kebutuhan pendukung dan kesiapan personel terpenuhi.
“Secara bertahap pemenuhan sarpras sudah dimulai di wilayah Kalbar. Nanti ketika sudah lengkap akan segera dimulai operasionalisasinya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa penyelesaian bangunan fisik merupakan salah satu tahapan dalam pengembangan KDMP. Kesiapan fasilitas pendukung dan sumber daya manusia juga menjadi bagian yang perlu dituntaskan sebelum koperasi menjalankan kegiatan usahanya.
Di Kabupaten Melawi, perkembangan KDMP masih perlu terus dipantau, terutama terkait desa-desa yang belum menyiapkan lahan, progres pembangunan gedung, serta bangunan yang telah selesai tetapi belum beroperasi.
Masyarakat tentu berharap program KDMP tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga dapat segera berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepastian mengenai kesiapan sarana dan prasarana, jadwal operasional, serta jenis usaha yang akan dijalankan menjadi hal penting agar keberadaan KDMP dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat perekonomian desa.
Ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah, jajaran TNI, PT Agrinas Pangan Nusantara, serta pengurus koperasi diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai tahapan yang masih diperlukan.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kejelasan mengenai perkembangan program tersebut, termasuk kapan koperasi di masing-masing desa siap beroperasi dan mulai memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






