SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Kolesterol Tinggi Tak Hanya Dipicu Makanan, Ini Faktor Lain yang Perlu Diwaspadai

Kolesterol Tinggi Tak Hanya Dipicu Makanan, Ini Faktor Lain yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi makanan berlemak. (Freepik.com/Magnific/@magnific)

Suara Kalbar – Kolesterol tinggi kerap dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak. Padahal, kadar kolesterol dalam darah tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan, tetapi juga berbagai faktor lain, mulai dari usia, berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, faktor keturunan hingga kondisi metabolisme tubuh.

Kondisi ini juga sering tidak disadari karena kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi kadar kolesterol penting dilakukan agar pengendalian dapat dilakukan lebih optimal dan risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.

Makanan Bukan Satu-satunya Faktor

Pola makan memang menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kadar kolesterol. Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan risiko memiliki kadar kolesterol yang tidak sehat.

Lemak jenuh antara lain terdapat pada daging sapi, daging domba, mentega, krim, dan keju. Sementara lemak trans dapat terbentuk melalui proses hidrogenasi yang mengubah minyak cair menjadi lemak padat.

Namun, kadar kolesterol yang terdapat dalam makanan tidak selalu secara langsung menentukan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme untuk mengatur kolesterol, antara lain dengan mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan dan menekan produksinya ketika asupan meningkat.

Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa makanan yang mengandung kolesterol dapat dikonsumsi bersamaan dengan lemak jenuh dan lemak trans. Karena itu, kombinasi berbagai komponen makanan menjadi hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Faktor Lain yang Dapat Memicu Kolesterol Tinggi

Selain pola makan, sejumlah faktor lain juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.

1. Bertambahnya usia

Usia menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol. Seiring bertambahnya usia, fungsi dan metabolisme tubuh dapat mengalami perubahan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kadar LDL atau kolesterol jahat menjadi lebih tinggi.

2. Berat badan berlebih dan obesitas

Kelebihan berat badan menunjukkan adanya penumpukan lemak dalam tubuh yang dapat memengaruhi profil kolesterol. Lemak visceral atau lemak yang menumpuk di sekitar organ perut dapat berkaitan dengan produksi LDL berlebih dan resistensi insulin.

Karena itu, menjaga berat badan tetap ideal menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengendalikan kadar kolesterol.

3. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup yang minim aktivitas fisik juga dapat memengaruhi kadar kolesterol. Kurang bergerak dapat menurunkan kadar HDL atau kolesterol baik dan meningkatkan penumpukan lemak dalam tubuh.

Sebaliknya, aktivitas fisik secara rutin dapat membantu tubuh mengelola kadar kolesterol dengan lebih baik sekaligus menjaga berat badan.

4. Kebiasaan merokok

Merokok dapat memengaruhi kadar kolesterol sekaligus kesehatan pembuluh darah. Zat akrolein dalam rokok dapat mengganggu kerja enzim yang berperan dalam menjaga kadar LDL tetap dalam batas normal.

Kondisi tersebut dapat membuat LDL lebih rentan mengalami oksidasi dan kemudian menumpuk. Paparan asap rokok juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah.

5. Faktor keturunan

Faktor genetik turut berperan terhadap risiko kolesterol tinggi. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat kolesterol tinggi dapat memiliki risiko lebih besar mengalami kondisi serupa.

Salah satu kondisi yang berkaitan dengan faktor genetik adalah familial hypercholesterolemia. Kondisi tersebut membuat tubuh kesulitan membersihkan LDL dari darah sehingga kadarnya dapat tetap tinggi meskipun pola makan telah dijaga.

6. Gula darah tidak terkontrol

Kondisi metabolisme tubuh juga dapat berkaitan dengan profil kolesterol. Orang dengan diabetes tipe 2, misalnya, dapat mengalami dislipidemia, yaitu kondisi ketika kadar trigliserida tinggi dan HDL rendah.

Profil lemak darah tersebut dapat semakin buruk apabila kadar gula darah tidak terkontrol. Karena itu, pengendalian gula darah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolisme dan profil lipid.

7. Stres berkepanjangan

Stres yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat memengaruhi kadar kolesterol. Stres kronis dapat memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin yang berperan dalam proses metabolisme tubuh.

Selain itu, stres berkepanjangan dapat mendorong seseorang melakukan kebiasaan yang kurang sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi lemak atau gula dan mengurangi aktivitas fisik.

Cara Menjaga Kadar Kolesterol Tetap Stabil

Mengutip Healthline, Kamis (3/9/2026), sejumlah langkah dapat dilakukan untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

Pertama, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, terutama makanan olahan, produk susu tinggi lemak, daging, dan makanan cepat saji.

Kedua, memperbanyak asupan serat larut yang terdapat dalam oatmeal, kacang-kacangan, apel, alpukat, wortel, dan ubi jalar.

Aktivitas fisik juga perlu dilakukan secara rutin, seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang. Target yang umum digunakan adalah sekitar 150 menit aktivitas fisik dalam satu minggu.

Selain itu, konsumsi alkohol perlu dibatasi karena dapat memengaruhi kadar trigliserida dan menyulitkan pengendalian berat badan.

Asupan sumber omega-3, termasuk minyak ikan, juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida, meskipun tidak secara langsung menurunkan LDL.

Bawang putih dalam sejumlah penelitian disebut dapat membantu menurunkan LDL secara moderat. Namun, efeknya relatif kecil dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Pemeriksaan profil lipid secara berkala juga penting untuk mengetahui kadar LDL, HDL, dan trigliserida, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok, mengendalikan kadar gula darah, serta berkonsultasi dengan dokter apabila perubahan pola makan dan gaya hidup belum cukup mengendalikan kolesterol juga menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.

Kolesterol Perlu Dikendalikan Secara Menyeluruh

Kolesterol tinggi tidak semata-mata disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol. Usia, obesitas, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, faktor keturunan, stres, dan kondisi metabolisme tubuh juga dapat berperan.

Hubungan antara kolesterol dari makanan dan kadar kolesterol dalam darah juga tidak sesederhana anggapan bahwa setiap makanan yang mengandung kolesterol akan langsung meningkatkan kadar kolesterol darah.

Karena itu, menjaga kadar kolesterol perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menerapkan pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, mengendalikan gula darah hingga melakukan pemeriksaan profil lipid sesuai kebutuhan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play