SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Gubernur Kalbar Apresiasi Sinergi Penanganan Karhutla, Hotspot Kalbar Turun Signifikan

Gubernur Kalbar Apresiasi Sinergi Penanganan Karhutla, Hotspot Kalbar Turun Signifikan

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Adpim

Kubu Raya (Suara Kalbar)  — Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat peduli api, hingga dukungan pemerintah pusat dinilai berhasil menekan jumlah titik panas secara signifikan.

Hal tersebut disampaikan Ria Norsan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Karhutla bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Lanud Supadio, Pontianak, Jumat (4/9/2026).

Gubernur mengatakan, penanganan karhutla di Kalbar dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.

“Kami bersama Forkopimda dan seluruh masyarakat peduli api, Manggala Agni, TNI-Polri sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan karhutla di Kalbar,” ujar Ria Norsan.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, khususnya melalui pengerahan personel dan peralatan, turut memperkuat upaya pemadaman serta penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Sinergi tersebut, lanjutnya, mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah titik panas yang sebelumnya sempat mencapai lebih dari 2.000 titik kini mengalami penurunan cukup tajam.

“Alhamdulillah, titik api itu menurun dari sebelumnya yang sempat 2.000 lebih, sekarang tinggal 100 titik,” katanya.

Meski demikian, Ria Norsan mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah menyikapi penurunan titik panas tersebut. Pemantauan dan penanganan di lapangan tetap harus dilakukan secara konsisten untuk memastikan titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran dapat segera ditangani.

“Kita tidak boleh lengah. Walaupun titik api sudah menurun, pemantauan dan pemadaman tetap kita lakukan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa berdasarkan data penanganan karhutla sejak awal kejadian hingga saat ini, luas lahan terbakar di Kalimantan Barat tercatat mencapai 38.310 hektare.

Namun, ia menjelaskan bahwa data hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan BMKG masih perlu diverifikasi di lapangan. Sebab, tidak seluruh titik panas yang terdeteksi melalui satelit merupakan sumber kebakaran.

“Dari 166 hotspot, setelah dicek lewat patroli dan visual secara nyata di lapangan, yang benar-benar fire spot hanya 61 titik dengan luas sekitar 802,17 hektare,” ujar Suharyanto.

Ria Norsan pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terus bekerja di lapangan dalam menangani karhutla. Menurutnya, keberhasilan menekan jumlah titik panas merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan konsistensi, koordinasi, dan kepedulian seluruh pihak.

“Terima kasih kepada seluruh personel yang sudah bekerja di lapangan, baik TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan maupun masyarakat. Ini adalah kerja bersama kita,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama seluruh unsur terkait, kata Ria Norsan, akan terus memperkuat koordinasi, pemantauan, dan penanganan karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari dampak kebakaran sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali meluas.

Penanganan terpadu juga diharapkan dapat menjaga kondisi lingkungan dan kualitas udara di Kalimantan Barat, terutama di tengah potensi kekeringan yang masih perlu diwaspadai.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play