SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Viral LCC 4 Pilar Harus jadi Momentum Perkuat Wawasan Kebangsaan

Viral LCC 4 Pilar Harus jadi Momentum Perkuat Wawasan Kebangsaan

Ketua JKSN Kalbar, Jasmin Haris

Pontianak (Suara Kalbar) – Ketua Jaringan Kiyai Santri Nasional (JKSN) Kalimantan Barat, Jasmin Haris, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melihat viralnya pembahasan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar secara positif sebagai momentum memperkuat wawasan kebangsaan dan persatuan.

Menurut Jasmin Haris, Kalimantan Barat merupakan miniatur keberagaman Indonesia yang hidup harmonis di tengah perbedaan suku, budaya dan agama.

“Pontianak dan Kalbar punya cerita. Di tengah viralnya LCC 4 Pilar, kita memilih melihat sisi positifnya, yakni membangun wawasan kebangsaan, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai toleransi bagi generasi muda,” ujarnya, Minggu (18/5/2026).

Ia menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sejatinya telah hidup dalam keseharian masyarakat Kalimantan Barat.

Menurutnya, masyarakat Melayu, Dayak, Tionghoa, Madura, Bugis dan berbagai suku lainnya selama ini mampu hidup berdampingan dalam harmoni dan saling menghormati.

“Kalbar adalah miniatur keberagaman Indonesia. Inilah semangat nyata Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus dijaga bersama,” katanya.

Jasmin menilai viralnya LCC 4 Pilar semestinya dipandang sebagai ruang edukasi kebangsaan bagi generasi muda, sarana meningkatkan literasi sejarah dan konstitusi, sekaligus media memperkuat semangat persatuan bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama.

“Pontianak dan Kalbar menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya teori, tetapi praktik nyata dalam kehidupan masyarakat. Dari warung kopi, pesantren, sekolah, kampus hingga komunitas pemuda, semangat kebersamaan terus dijaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jasmin berharap generasi muda Kalimantan Barat mampu menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai kebangsaan Indonesia tanpa meninggalkan identitas daerah dan budaya lokal.

“Mari jadikan sesuatu yang viral bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk menguatkan cinta tanah air, mempererat persaudaraan, dan menjaga Indonesia tetap utuh,” pungkasnya.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play