SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Kaprodi HTn IAIN Pontianak Jadi Dosen Tamu di UIN Gus Dur Pekalongan, Tekankan Karakter Kebangsaan

Kaprodi HTn IAIN Pontianak Jadi Dosen Tamu di UIN Gus Dur Pekalongan, Tekankan Karakter Kebangsaan

Ketua Program Studi (Kaprodi) Hukum Tatanegara (HTn) IAIN Pontianak, Dr. H. Miskari, Lc., M.H.I., hadir sebagai dosen tamu di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan, Jumat (25/9/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Pekalongan (Suara Kalbar)  — Ketua Program Studi (Kaprodi) Hukum Tatanegara (HTn) IAIN Pontianak, Dr. H. Miskari, Lc., M.H.I., hadir sebagai dosen tamu di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Miskari menyampaikan pentingnya membangun karakter kebangsaan mahasiswa Hukum Tatanegara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, mahasiswa HTn tidak cukup hanya menguasai teori, konsep, dan regulasi ketatanegaraan. Mereka juga harus memahami sekaligus menghayati fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mahasiswa HTn wajib hafal Pembukaan UUD 1945, menjunjung tinggi Pancasila, merawat Bhinneka Tunggal Ika, setia kepada NKRI, serta teguh berpegang pada UUD 1945. Karena memahami hukum tatanegara berarti memahami dan menjaga fondasi negara,” tegas Dr. Miskari.

Ia menjelaskan, penguasaan terhadap Pembukaan UUD 1945 menjadi penting karena memuat prinsip-prinsip fundamental dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga perlu diterjemahkan dalam kehidupan akademik maupun sosial kemasyarakatan.

“Ini ciri khas sekaligus karakter mahasiswa HTn,” lanjutnya.

Dr. Miskari juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian penting dari kehidupan kebangsaan Indonesia.

Menurut dia, mahasiswa HTn merupakan calon intelektual dan praktisi di bidang hukum tata negara yang memiliki tanggung jawab untuk memahami, mengawal, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

“Mahasiswa HTn harus menjadi generasi yang memahami hukum sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga kehidupan konstitusional, persatuan, keberagaman, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, mempelajari hukum tata negara tidak sebatas memahami lembaga negara, kekuasaan, konstitusi, maupun peraturan perundang-undangan. Lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran konstitusional dan tanggung jawab kebangsaan.

Kehadiran Kaprodi HTn IAIN Pontianak sebagai dosen tamu di UIN Gus Dur Pekalongan menjadi bagian dari penguatan wawasan akademik mahasiswa. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan kajian hukum tata negara dengan nilai-nilai kebangsaan, konstitusionalisme Indonesia, serta kehidupan keagamaan dalam keberagaman.

Melalui penguatan wawasan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik di bidang hukum tata negara, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dalam menjalankan peran sebagai generasi intelektual dan calon praktisi hukum.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play