Mengenal DMR, Teknologi Radio Digital yang Bisa Dipakai untuk Komunikasi dan Pelacakan
Suara Kalbar – Digital Mobile Radio (DMR) merupakan teknologi komunikasi radio yang menggunakan sistem digital untuk mengirimkan suara dan data. Teknologi ini menjadi salah satu perkembangan radio komunikasi dua arah dari sistem analog menuju sistem digital.
Berbeda dengan radio analog yang mengirimkan sinyal suara secara langsung, DMR terlebih dahulu mengubah suara menjadi data digital sebelum diteruskan melalui gelombang radio.
Proses tersebut membuat radio tidak hanya digunakan untuk komunikasi suara. Pada perangkat dan sistem tertentu, DMR juga dapat mendukung komunikasi kelompok, pesan teks, pelacakan lokasi hingga pemberitahuan keadaan darurat.
DMR dikembangkan sebagai standar radio digital dua arah oleh European Telecommunications Standards Institute (ETSI). Standar tersebut pertama kali disetujui pada 2005 dan kemudian berkembang menjadi tiga tingkatan atau tier untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang berbeda.
Bagaimana Cara Kerja DMR?
Secara sederhana, suara pengguna yang masuk melalui mikrofon pada perangkat DMR akan diproses menjadi informasi digital. Data tersebut kemudian dikirim melalui frekuensi radio menuju perangkat penerima.
Salah satu teknologi yang digunakan dalam transmisi DMR adalah 4-level frequency shift keying (4FSK). Sistem ini menggunakan empat tingkat frekuensi untuk merepresentasikan data digital.
Setiap simbol pada sistem 4FSK membawa dua bit informasi. Data tersebut kemudian dikirim melalui kanal radio dan diproses kembali oleh perangkat penerima hingga menghasilkan suara yang dapat didengar pengguna.
Sistem digital juga memungkinkan pemrosesan sinyal, termasuk mekanisme koreksi kesalahan. Hal ini membantu mempertahankan informasi yang dikirim ketika terjadi gangguan selama proses transmisi.
Dengan mekanisme tersebut, suara yang berasal dari pengguna dapat diubah menjadi data digital, dikirim melalui gelombang radio, kemudian dikonversi kembali menjadi suara pada perangkat penerima.
Satu Kanal Bisa Digunakan untuk Dua Komunikasi
Salah satu karakteristik penting DMR adalah penggunaan teknologi time division multiple access (TDMA).
Teknologi tersebut membagi satu kanal radio menjadi dua slot waktu. Dengan demikian, dua komunikasi dapat menggunakan frekuensi yang sama tetapi berlangsung pada slot waktu yang berbeda.
Pembagian tersebut membuat penggunaan spektrum frekuensi menjadi lebih efisien. Radio juga tidak harus melakukan transmisi secara terus-menerus karena pengiriman dilakukan sesuai slot waktu yang telah ditentukan.
Teknologi TDMA menjadi salah satu perbedaan penting antara DMR dan sistem radio konvensional.
Perbedaan DMR dan Radio Analog
Perbedaan utama DMR dengan radio analog terletak pada cara keduanya memproses informasi.
Radio analog mengirimkan suara dalam bentuk sinyal analog. Sementara DMR mengubah suara menjadi data digital sebelum dikirim melalui frekuensi radio.
Sistem digital memungkinkan sinyal diproses terlebih dahulu sehingga pada kondisi tertentu audio dapat terdengar lebih jelas ketika terdapat gangguan di lingkungan sekitar.
Selain itu, penggunaan TDMA memungkinkan pemanfaatan satu kanal untuk dua slot komunikasi. DMR juga dapat menyediakan berbagai fitur tambahan yang tidak terbatas pada komunikasi suara.
Namun, kemampuan tersebut bergantung pada perangkat dan sistem yang digunakan. Tidak semua radio DMR memiliki fitur yang sama.
Mengenal Tiga Tingkatan DMR
Standar DMR terdiri atas tiga tingkatan, yaitu Tier I, Tier II, dan Tier III. Ketiganya memiliki karakteristik serta peruntukan yang berbeda.
1. DMR Tier I
Tier I mencakup perangkat radio dua arah berdaya rendah. Sistem ini menggunakan kanal pada rentang frekuensi 446 MHz hingga 446,2 MHz dengan daya keluaran maksimum 500 mW.
Penggunaannya ditujukan untuk kebutuhan tertentu, termasuk kegiatan usaha kecil dan rekreasi sesuai ketentuan penggunaan frekuensi yang berlaku.
2. DMR Tier II
Tier II ditujukan untuk radio dengan daya lebih tinggi yang penggunaannya membutuhkan lisensi. Sistem ini dapat menggunakan pita VHF maupun UHF dan banyak digunakan untuk kebutuhan profesional serta industri.
Fitur yang dapat tersedia antara lain koneksi IP, pesan teks dan pelacakan lokasi menggunakan GPS.
3. DMR Tier III
Tier III merupakan sistem DMR yang menggunakan konsep trunking. Dalam sistem tersebut, frekuensi dapat dialokasikan secara dinamis sesuai kebutuhan komunikasi.
Sistem ini dirancang untuk kebutuhan komunikasi dalam skala lebih besar, termasuk pada sektor keselamatan publik, utilitas dan transportasi.
DMR Bisa Digunakan untuk GPS dan Pesan Teks
Perkembangan teknologi radio digital membuat fungsi DMR tidak berhenti pada komunikasi suara.
Salah satu fitur yang dapat tersedia adalah group call, yakni komunikasi yang memungkinkan beberapa pengguna berkomunikasi dalam satu kelompok.
Perangkat tertentu juga mendukung pesan teks sehingga informasi dapat dikirim secara tertulis melalui sistem radio.
Fitur GPS dapat digunakan untuk mengetahui lokasi perangkat. Pada sistem tertentu, teknologi tersebut juga dapat dikembangkan menjadi geo-fencing, yakni pengaturan wilayah tertentu yang dapat memberikan pemberitahuan ketika perangkat keluar dari area yang telah ditentukan.
Untuk kondisi darurat, beberapa sistem DMR menyediakan fitur emergency alert yang dapat mengirimkan tanda peringatan kepada pengguna lain dalam jaringan.
Kemampuan tersebut membuat DMR dapat digunakan di lingkungan yang membutuhkan komunikasi cepat dan terkoordinasi, seperti pertambangan, minyak dan gas, logistik, manufaktur serta perkebunan.
Di wilayah operasional yang luas, komunikasi radio dapat membantu koordinasi antarpersonel, termasuk ketika jaringan seluler atau internet tidak tersedia atau bukan menjadi sarana komunikasi utama.
Penggunaan DMR di Indonesia
Teknologi DMR juga telah digunakan dalam berbagai kebutuhan komunikasi di Indonesia, termasuk untuk mendukung komunikasi kelompok, kegiatan operasional, kebencanaan dan kebutuhan keselamatan.
Dalam sistem tertentu, komunikasi radio digital dapat terintegrasi dengan perangkat lain seperti ponsel Android, laptop maupun komputer. Integrasi tersebut memungkinkan pengelolaan komunikasi dilakukan melalui sistem yang lebih luas.
Meski demikian, penggunaan perangkat radio tetap harus mengikuti ketentuan dan perizinan yang berlaku di Indonesia. Penggunaan frekuensi maupun penyelenggaraan sistem komunikasi radio memiliki aturan tersendiri yang perlu diperhatikan pengguna.
Pada akhirnya, DMR bukan sekadar teknologi untuk membuat suara terdengar lebih modern. Sistem ini mengubah radio menjadi sebuah platform komunikasi digital yang dapat menggabungkan suara, data, pelacakan lokasi dan fitur keselamatan dalam satu sistem.
Kemampuan tersebut membuat DMR tetap relevan untuk berbagai kebutuhan komunikasi, terutama pada lingkungan kerja dan operasional yang membutuhkan koordinasi cepat, luas dan tidak selalu bergantung pada jaringan seluler.
Sumber: Beritasatu.com





