SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Ford Recall 86 Mustang Mach-E karena Risiko Kehilangan Tenaga

Ford Recall 86 Mustang Mach-E karena Risiko Kehilangan Tenaga

Fordmenarik kembali (recall) Ford Mustang. (Netcarshow/DOK)

Suara Kalbar – Ford Motor Company melakukan recall terhadap 86 unit Mustang Mach-E produksi 2023 hingga 2025 akibat masalah pada battery energy control module (BECM).

Masalah pada modul tersebut berpotensi menyebabkan kendaraan kehilangan tenaga secara tiba-tiba. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan, dalam situasi tertentu, memicu masalah pada sistem tegangan tinggi yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Ford menjelaskan, kendaraan yang masuk dalam kampanye recall merupakan Mustang Mach-E yang sebelumnya telah menjalani perbaikan dan mendapatkan BECM pengganti.

Namun, modul pengganti tersebut diketahui tidak berhasil menginisialisasi kondisi pengisian baterai yang sebenarnya ketika dipasang pada kendaraan.

Akibatnya, sistem menetapkan tingkat pengisian baterai atau state of charge (SOC) pada angka 100 persen. Pembacaan tersebut berpotensi tidak mencerminkan kapasitas baterai yang sebenarnya.

Ford memperingatkan kondisi tersebut dapat menyebabkan kendaraan kehilangan tenaga secara tidak terduga ketika sedang dikendarai. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, gangguan tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan pada sistem tegangan tinggi yang dapat memicu kebakaran.

Untuk memperbaikinya, Ford menginstruksikan jaringan diler melakukan pembaruan perangkat lunak pada BECM. Pemilik Mustang Mach-E yang kendaraannya terdampak dapat memperoleh perbaikan tersebut secara gratis.

Mustang ICE Juga Kena Masalah

Kampanye recall Mustang Mach-E ini dilakukan tidak lama setelah Ford menghentikan sementara penjualan Mustang bermesin pembakaran internal (ICE) di Australia akibat persoalan pada sistem kabel.

Kebijakan stop-sale tersebut mencakup 7.724 unit Mustang coupe dan convertible yang diproduksi antara Mei 2023 hingga Mei 2026.

Hampir 500 unit di antaranya masih berada di jaringan diler sehingga tidak dapat dijual sebelum masalah tersebut diperbaiki.

Ford menyebut material heat-shrink yang berlebihan di sekitar grounding eyelet pada wiring harness berpotensi memengaruhi fungsi tertentu pada kendaraan.

Meski demikian, hingga saat ini Ford belum menerima laporan insiden maupun masalah yang berkaitan dengan kondisi tersebut di Australia.

Suku cadang untuk perbaikan diperkirakan baru tersedia di Australia pada Desember 2026. Artinya, unit Mustang yang terkena stop-sale dan masih berada di diler berpotensi tertahan selama beberapa bulan.

Ford menegaskan kebijakan tersebut merupakan stop-sale, bukan perintah untuk menghentikan penggunaan kendaraan.

Dengan demikian, pemilik Mustang yang sudah menerima kendaraannya masih diperbolehkan menggunakan mobil tersebut sembari menunggu proses perbaikan recall.

Sumber:Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play