SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Sport Erick Thohir Ungkap Nilai Industri Olahraga Indonesia Baru Rp40 Triliun

Erick Thohir Ungkap Nilai Industri Olahraga Indonesia Baru Rp40 Triliun

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir (Beritasatu.com/Wahroni)

Suara Kalbar – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan nilai industri olahraga Indonesia saat ini baru berada di kisaran Rp40 triliun. Angka tersebut masih jauh dibandingkan nilai industri olahraga dunia yang diperkirakan mencapai sekitar Rp8.000 triliun.

Erick menilai kesenjangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk mengembangkan industri olahraga di Indonesia. Pemerintah pun mendorong agar olahraga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari sektor ekonomi nasional.

“Kita membangun yang namanya potensi sport industry dan sport tourism. Dan kita ini ketinggalan jauh,” kata Erick saat menghadiri rencana kegiatan Alfamart Run Oktober 2026 di Tangerang, Senin (14/9/2026).

Ia menyebut nilai industri olahraga Indonesia yang sekitar Rp40 triliun tersebut baru setara dengan 0,5 persen dari total industri olahraga global. Menurut Erick, kondisi ini perlu menjadi perhatian sekaligus peluang untuk mendorong pertumbuhan sektor olahraga.

“Ini angka-angka yang saya rasa patut kita dorong,” ujarnya.

Erick menegaskan olahraga tidak semestinya hanya dianggap sebagai pengeluaran. Menurut dia, investasi di bidang olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi masyarakat maupun perekonomian nasional.

Ia membagi manfaat investasi olahraga ke dalam tiga aspek utama, yakni pembentukan karakter, peningkatan kesehatan, dan penguatan ekonomi.

Dalam hal pembentukan karakter, olahraga dinilai mampu menumbuhkan sikap disiplin, ketangguhan, serta semangat untuk terus berjuang. Nilai-nilai tersebut dapat terbentuk melalui kebiasaan dan pengalaman masyarakat dalam menjalani aktivitas olahraga.

Sementara dari sisi kesehatan, Erick menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam berolahraga. Ia menyebut terdapat sekitar 125 juta penduduk berusia 13 hingga 30 tahun, tetapi tingkat partisipasi olahraga baru berada di angka sekitar 17,5 persen.

Angka tersebut, kata Erick, masih jauh dibandingkan Jepang yang memiliki tingkat partisipasi masyarakat dalam olahraga sekitar 65 persen. Padahal, Jepang saat ini menghadapi tantangan demografi berupa populasi yang semakin menua.

Selain berhubungan dengan kesehatan dan karakter, olahraga juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga dapat menciptakan perputaran ekonomi di banyak sektor.

Event olahraga, misalnya, dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dampaknya juga dapat dirasakan sektor pariwisata dan berbagai industri pendukung yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Karena itu, Erick berharap keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan industri olahraga nasional semakin besar. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas olahraga dinilai penting untuk memperluas manfaat olahraga bagi masyarakat.

“Ini menjadi bagian yang saya harapkan juga, tentu dukungan private sector terhadap perkembangan olahraga nasional,” kata Erick.

Pemerintah sendiri terus mendorong pengembangan sport industry dan sport tourism melalui berbagai kegiatan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Sports Summit 2026.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor olahraga terhadap perekonomian nasional. Di saat yang sama, pengembangan industri olahraga juga diharapkan mampu mendorong semakin banyak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play