SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Kenali Gejala Diabetes Sejak Dini, Bisa Muncul dari Siang Hari hingga Saat Bangun Pagi

Kenali Gejala Diabetes Sejak Dini, Bisa Muncul dari Siang Hari hingga Saat Bangun Pagi

Sejumlah tanda diabetes dapat dikenali dari kondisi tubuh yang muncul sepanjang hari, termasuk pada siang dan malam hari. (Freepik.com/Magnific/@rawpixel.com)

Jakarta (Suara Kalbar) – Diabetes menjadi salah satu penyakit yang sering tidak terdeteksi pada tahap awal. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah kadar gula darah meningkat atau komplikasi mulai muncul.

Padahal, tubuh biasanya telah memberikan sejumlah sinyal yang dapat dikenali sejak dini. Gejala tersebut bisa muncul pada siang hari, malam hari, hingga saat seseorang bangun tidur pada pagi hari.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, dr. Herry Nursetiyanto, menjelaskan bahwa diabetes umumnya diawali dengan fase prediabetes.

Pada tahap ini, kadar gula darah puasa berada di kisaran 100 hingga 125 mg/dL. Meski belum dikategorikan sebagai diabetes, kondisi tersebut berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 apabila tidak segera dikendalikan.

“Pada tahap ini, kadar gula darah puasa berada di angka 100 hingga 125 mg/dL. Belum dikatakan diabetes, tapi jika tidak dicegah bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2,” ujar dr. Herry, dikutip dari laman resmi Mayapada Hospital.

Menurutnya, seseorang baru dinyatakan menderita diabetes apabila kadar gula darah puasanya telah mencapai atau melebihi 126 mg/dL.

Karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh yang muncul secara berulang, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko diabetes.

Gejala yang Muncul pada Siang Hari

Salah satu tanda yang sering dirasakan pada siang hari adalah tubuh mudah lemas meski sudah makan dalam jumlah cukup.

Kondisi tersebut terjadi karena insulin tidak mampu bekerja secara optimal sehingga glukosa yang seharusnya menjadi sumber energi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh.

Selain itu, penderita diabetes juga sering mengalami rasa haus berlebihan dan lebih sering buang air kecil.

Ketika kadar gula darah meningkat, ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses tersebut menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga memicu rasa haus yang terus-menerus.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah kulit kering dan gatal, terutama pada area lipatan tubuh seperti leher dan ketiak.

Tidak hanya itu, pandangan kabur juga dapat menjadi tanda awal diabetes karena perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada lensa mata.

Gejala yang Muncul pada Malam Hari

Saat malam hari, beberapa gejala diabetes sering kali menjadi lebih terasa dan mengganggu kualitas istirahat.

Salah satu yang paling umum adalah sering terbangun untuk buang air kecil.

Kondisi tersebut terjadi karena ginjal terus berusaha mengeluarkan kelebihan gula dari dalam darah melalui urine.

Akibatnya, penderita bisa berulang kali terbangun pada malam hari untuk ke kamar mandi.

Rasa haus yang berlebihan juga kerap muncul pada malam hari. Setelah minum, penderita kembali merasa ingin buang air kecil sehingga siklus tersebut terus berulang dan mengganggu tidur.

Selain itu, kulit yang terasa kering dan gatal juga sering dirasakan menjelang waktu tidur.

Gejala Saat Bangun Pagi

Pada pagi hari, penderita diabetes umumnya merasakan tubuh lemas meski baru saja bangun tidur.

Mulut yang terasa kering juga menjadi keluhan yang cukup sering muncul akibat tubuh kehilangan banyak cairan selama malam hari.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai neuropati diabetik, yaitu gangguan saraf akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, pandangan kabur saat bangun tidur juga dapat menjadi salah satu tanda diabetes yang sering tidak disadari.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Selain mengenali gejalanya, masyarakat juga perlu memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes.

Beberapa faktor risiko tersebut antara lain riwayat diabetes dalam keluarga, kelebihan berat badan atau obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula dan lemak, serta tekanan darah tinggi.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin penting untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin meskipun belum merasakan keluhan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Apabila mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, tubuh mudah lemas, pandangan kabur, atau kesemutan yang terjadi berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes gula darah puasa, tes HbA1c, maupun tes toleransi glukosa untuk memastikan kondisi kadar gula darah.

Deteksi dini sangat penting karena diabetes yang diketahui lebih awal akan lebih mudah dikendalikan sehingga risiko komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kerusakan saraf, dan gangguan penglihatan dapat diminimalkan.

Selain itu, diabetes tipe 2 juga dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, membatasi konsumsi gula berlebih, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan pola hidup sehat, risiko diabetes maupun komplikasinya dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play