Kejuaraan Independent Cup ke-5, Gubernur Kalbar Dorong Pelestarian Budaya dan Sportivitas
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan didampingi Bupati Kubu Raya, Sujiwo resmi membuka Kejuaraan Independent Cup ke-5 Tahun 2026 di Gaia Mall Kubu Raya, Sabtu (15/8/2026).
Kejuaraan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Tahun ini, Independent Cup semakin semarak dengan keikutsertaan peserta dari luar negeri, termasuk perwakilan dari Kuching dan Sarawak, Malaysia.
Kehadiran peserta mancanegara tersebut turut memperkuat nuansa internasional dalam ajang yang mempertandingkan seni olahraga barongsai dan liong itu.
Dalam sambutannya, Ria Norsan mengapresiasi penyelenggaraan Independent Cup yang dinilai tidak sekadar menjadi wadah kompetisi, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Menurutnya, barongsai dan liong merupakan bagian dari warisan budaya leluhur yang harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda.
“Di Kalimantan Barat terdapat tiga kelompok etnis besar, yaitu Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Warisan budaya yang diturunkan oleh orang tua dan leluhur wajib kita jaga dan lestarikan bersama,” ujar Ria Norsan.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai momentum untuk membangun sportivitas, menjaga kedamaian, dan memperkuat persaudaraan.
“Bertandinglah dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kedamaian, serta merajut persaudaraan. Menang atau kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah semangat kebersamaan,” katanya.
Selain itu, Ria Norsan mengingatkan generasi muda agar mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya dan prestasi. Menurutnya, kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan para pendahulu harus dilanjutkan dengan kontribusi positif generasi penerus.
“Untuk anak-anakku sekalian, mengingat kemerdekaan diraih melalui pengorbanan jiwa dan raga para pendiri bangsa, generasi muda diajak mengisi kemerdekaan melalui karya, prestasi, dan giat belajar sesuai bidang masing-masing demi melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo berharap Independent Cup dapat terus berkembang dan ke depannya masuk dalam kalender resmi kegiatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut Sujiwo, ajang tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kompetisi internasional dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Ke depannya, gaung acara ini ditargetkan untuk menarik partisipasi dari lebih banyak negara seperti Thailand dan Singapura, serta memperluas cakupan peserta dari Malaysia,” ujarnya.
Sujiwo menegaskan bahwa kebudayaan memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia.
Ia mengaitkan upaya tersebut dengan semangat Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip berkepribadian dalam kebudayaan.
“Pemerintah memiliki kewajiban untuk terus menjaga serta melestarikan kebudayaan yang dimiliki seluruh suku bangsa di Indonesia, termasuk budaya Tionghoa melalui ajang seperti barongsai dan liong,” jelasnya.
Tak hanya memberikan manfaat dari sisi budaya dan olahraga, Sujiwo menilai penyelenggaraan Independent Cup juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Kehadiran peserta dan penonton dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri, dinilai dapat mendorong aktivitas sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga peningkatan penerimaan daerah.
“Sudah tentu ini memberikan dampak positif terhadap beberapa sektor, baik pariwisata lokal, peningkatan okupansi hotel di Kubu Raya, maupun sektor kuliner. Pada akhirnya, hal ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah,” pungkasnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






