SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Karhutla Nusa Kenyikap Nyaris 1.000 Hektare, 125 Hektare Program LPHD Bantuan BPDAS Ikut Ludes

Karhutla Nusa Kenyikap Nyaris 1.000 Hektare, 125 Hektare Program LPHD Bantuan BPDAS Ikut Ludes

Karhutla di Melawi. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Melawi (Suara Kalbar) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, disebut cukup parah. Luasan lahan yang terbakar diperkirakan hampir mencapai 1.000 hektare.

Kebakaran tidak hanya menghanguskan kebun-kebun pribadi milik masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap lahan program Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Nusa Kenyikap yang sebelumnya mendapat dukungan program pemerintah.

Kepala Desa Nusa Kenyikap, Marsius, mengatakan sekitar 125 hektare tanaman dalam program LPHD tahun 2023 turut terbakar. Menurutnya, program tersebut merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) serta berkaitan dengan program Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

“125 hektare program LPHD juga ikut terbakar. Api baru bisa dipadamkan setelah tiga hari kemudian,” ungkap Marsius ketika dikonfirmasi suara kalbar, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut berlangsung cukup luas dan membutuhkan waktu serta tenaga besar untuk melakukan penanganan. Kondisi cuaca yang kering selama musim kemarau membuat api sulit dikendalikan.
Melibatkan Tim Gabungan

Marsius menjelaskan, upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur. Mulai dari masyarakat setempat, kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni, relawan hingga brigade Fire Rescue perusahaan yang turut membantu melakukan penanganan di lapangan.

Kerja sama berbagai pihak tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas, terutama karena sebagian wilayah yang terbakar berada di kawasan perbukitan.

“Hari ini, api terlihat sudah padam,” kata Marsius.

Meski demikian, kondisi lahan yang masih kering tetap menjadi perhatian. Potensi munculnya kembali titik api atau bara di bawah permukaan tanah masih perlu diantisipasi, khususnya apabila kondisi cuaca kembali panas dan kering.

Marsius mengungkapkan, salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah keterbatasan sumber air.
Kemarau panjang membuat sebagian sumber air sulit dijangkau. Kondisi geografis Desa Nusa Kenyikap yang banyak memiliki wilayah perbukitan juga menyulitkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman secara cepat.

“Sejumlah bukit yang ada di wilayah Nusa Kenyikap sudah banyak yang hangus. Api bisa padam dan berhenti meluas ketika sudah sampai di perbatasan sungai-sungai besar,” jelasnya.

Terbakarnya sekitar 125 hektare tanaman program LPHD menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, menurut keterangan Kepala Desa Nusa Kenyikap, lahan tersebut merupakan bagian dari program tahun 2023 yang mendapat bantuan dari BPDAS serta program KPH.

Program rehabilitasi hutan dan lahan pada dasarnya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan dan meningkatkan fungsi ekologis kawasan, termasuk melalui penanaman dan pengelolaan vegetasi oleh masyarakat.

Karena itu, terbakarnya lahan program tersebut tidak hanya menyangkut kerugian masyarakat, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai dampak kebakaran terhadap program rehabilitasi yang telah dilaksanakan sejak 2023.

Pemerintah dan instansi terkait dinilai perlu melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap lokasi yang terbakar untuk memastikan berapa luas tanaman program LPHD yang terdampak, jenis tanaman yang terbakar, tingkat kerusakan serta nilai kerugian yang ditimbulkan.

Penulis : Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play