Gotong Royong Rutin Warga Tanjung Hulu Jadi Upaya Jaga Lingkungan dan Kurangi Risiko Banjir
Pontianak (Suara Kalbar) – Warga RT 002/RW 003 Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar gotong royong membersihkan lingkungan pada Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang diikuti warga Gang Sutra, Gang Swadaya, dan sekitarnya itu dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Dalam kegiatan tersebut, warga membersihkan halaman rumah, memangkas ranting pohon, serta mengangkat sedimen dan sampah yang menyumbat aliran parit agar drainase tetap berfungsi dengan baik.
Ketua RT 002, Herman, mengatakan gotong royong menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali sejak dirinya menjabat pada Februari lalu. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti, tetapi juga menjadi upaya memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Nilai gotong royong adalah warisan tak ternilai yang mengajarkan kita bahwa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Melalui kegiatan yang kami laksanakan secara konsisten setiap dua bulan sekali ini menyatukan langkah warga dari Gang Sutra, Gang Swadaya, hingga seluruh penjuru RT 002,” ungkap Herman.
Ia mengatakan, semangat kebersamaan itu ingin diwujudkan melalui aksi nyata di lingkungan tempat tinggal.
“Kami ingin menerjemahkan semangat kebersamaan tersebut ke dalam tataran aksi nyata di tingkat akar rumput. Lingkungan yang bersih dan lestari bukan sekadar soal keindahan visual, melainkan cerminan dari jiwa masyarakat yang bersatu dan peduli,” lanjutnya.
Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan mereka dalam membersihkan parit, mengangkut lumpur, hingga mengumpulkan sampah bersama-sama. Salah seorang warga baru, Lani Ardiansyah, mengaku terkesan dengan kekompakan masyarakat di lingkungan tersebut.
“Sebagai warga baru, saya merasa sangat tersanjung sekaligus kagum dengan solidnya warga di sini yang kompak melebur dari Gang Sutra, Gang Swadaya, dan sekitarnya. Energi dan semangat gotong royong yang dipancarkan sangat luar biasa dan menular,” tutur Lani.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebersihan lingkungan.
“Kepedulian terhadap lingkungan adalah harga mati yang harus kita pegang bersama. Terlebih lagi, agenda rutin membersihkan parit dan sampah ini memiliki nilai strategis yang sangat besar, yaitu sebagai langkah mitigasi konkret terhadap dampak perubahan iklim global serta upaya preventif untuk mencegah ancaman banjir dan genangan air saat curah hujan tinggi melanda,” ujarnya.
Kegiatan gotong royong rutin ini diharapkan terus menjadi budaya di lingkungan RT 002/RW 003. Selain menjaga kebersihan kawasan permukiman, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menjadi langkah sederhana dalam mengurangi potensi banjir akibat saluran drainase yang tersumbat.
Penulis: Maria






