DWP Sintang Gelar Seminar Penguatan Mindset Wirausaha Perempuan Berbasis Potensi Lokal
Sintang (Suara Kalbar) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sintang menggelar Seminar dan Talk Show Penguatan Mindset Wirausaha Perempuan Melalui Pemanfaatan Potensi Lokal di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mendorong peningkatan kapasitas perempuan dalam mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.
Seminar dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Ahyarudin Siregar. Turut hadir Ketua DWP Kabupaten Sintang Ny. Delfia Merry Budianti Harysinto Linoh, jajaran pengurus DWP, narasumber, para pengusaha perempuan, serta peserta seminar.
Dalam arahannya, Ahyarudin Siregar menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia mengatakan, keberhasilan dalam berwirausaha tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh pola pikir yang positif, kreatif, inovatif, pantang menyerah, serta keberanian melihat peluang di tengah berbagai tantangan.
“Berwirausaha bukan hanya soal memiliki modal atau membuka usaha. Yang paling utama adalah memiliki mindset yang positif, kreatif, inovatif, pantang menyerah, serta berani melihat peluang di tengah berbagai tantangan. Kita juga patut bersyukur karena daerah kita memiliki kekayaan potensi lokal yang sangat beragam, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan tangan hingga kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing seperti kain tenun,” ujar Ahyarudin.
Menurutnya, berbagai potensi lokal tersebut akan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar apabila dikelola secara kreatif, dipasarkan dengan pendekatan modern, serta didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Ia berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga menjadi momentum membangun semangat baru, memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan melahirkan ide-ide usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ahyarudin juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti perkembangan teknologi, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Di era digital saat ini, peluang usaha semakin terbuka luas. Produk lokal tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjangkau pasar nasional bahkan internasional apabila dikelola dengan baik. Saya yakin apabila perempuan memiliki pola pikir yang maju, kemampuan untuk terus belajar, dan semangat berinovasi, maka akan lahir banyak pelaku usaha perempuan yang tangguh, mandiri, dan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Sintang, Ny. Delfia Merry Budianti Harysinto Linoh, menjelaskan bahwa seminar tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha yang memanfaatkan potensi lokal.
Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian keluarga, baik sebagai pengelola keuangan rumah tangga maupun sebagai pelaku usaha yang mampu memberikan tambahan penghasilan.
“Seorang perempuan memiliki peran yang sangat krusial dalam perekonomian keluarga. Selain harus pandai mengatur keuangan keluarga, perempuan juga dapat berperan sebagai pencari nafkah utama maupun pendukung. Kontribusi mereka terlihat jelas dalam pengelolaan keuangan rumah tangga yang cermat serta keaktifan dalam menggerakkan usaha kecil dan menengah yang secara langsung dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Delfia menambahkan bahwa kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan teknis dan keterampilan, tetapi juga menyangkut sikap mental, motivasi, kemauan belajar, serta kerja keras.
Ia menilai, sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan, perempuan perlu memiliki kemandirian ekonomi sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan suami sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Menjadi seorang wirausaha berarti mencoba mengondisikan diri untuk tidak sepenuhnya bergantung kepada penghasilan atau gaji yang diterima suami, melainkan mampu mandiri secara finansial untuk membantu meningkatkan perekonomian sekaligus kualitas hidup keluarga,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Delfia berharap para peserta semakin termotivasi menggali potensi diri, mengembangkan bakat, dan meningkatkan kreativitas sehingga mampu menjadi perempuan yang mandiri serta berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga maupun masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memacu semangat untuk meningkatkan kemampuan menggali bakat serta menumbuhkan kreativitas sehingga dapat mengembangkan kualitas sebagai istri ASN menuju kesejahteraan keluarga pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,” tutupnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






