DPP Perkumpulan Basudara Maluku Kalbar Masa Bakti 2026-2031 Dikukuhkan
Pontianak (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Basudara Maluku Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2026–2031 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (16/7/2026).
Pada prosesi pengukuhan tersebut, Samuel Solissa resmi dipercaya memimpin DPP Perkumpulan Basudara Maluku Provinsi Kalimantan Barat untuk periode 2026–2031.
Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan sekaligus memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dinilai berhasil membangun organisasi sebagai wadah pemersatu masyarakat Maluku di Kalimantan Barat.
“Saya mengucapkan selamat kepada DPP Perkumpulan Basudara Maluku Provinsi Kalbar masa bakti 2026–2031 yang baru saja dikukuhkan. Terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah membawa organisasi ini berkembang. Semoga kepengurusan yang baru semakin solid dan mampu mengembangkan sayap organisasi hingga ke seluruh pelosok Kalbar,” ujarnya.
Menurut Krisantus, keberagaman merupakan kekuatan utama Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa seluruh suku yang hidup di provinsi ini memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian dari keluarga besar Kalimantan Barat.
“Saya ingin 24 suku yang ada di Kalbar menjadi warna keindahan Kalimantan Barat. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan yang memperindah daerah ini,” katanya.
Wagub juga menegaskan komitmennya untuk menghapus stigma mengenai masyarakat asli maupun pendatang di Kalimantan Barat.
“Semenjak kami dilantik, saya berjanji dari lubuk hati yang paling dalam. Tidak ada lagi istilah asli dan tidak asli. Tidak ada lagi istilah pendatang dan nonpendatang. Semua yang hidup, bekerja, dan membangun di Kalbar adalah putra-putri Kalbar,” tegasnya.
Ia menyebut Kalimantan Barat sebagai miniatur Indonesia karena dihuni berbagai suku bangsa yang hidup berdampingan. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian daerah.
“Kalbar ini rumah besar kita bersama. Saya ingin seluruh masyarakat mempunyai rasa memiliki terhadap Kalbar sehingga dapat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian daerah ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menyampaikan sikap tegas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap organisasi atau kelompok yang berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat.
“Saya tidak akan mentoleransi kelompok atau organisasi mana pun yang mencoba memicu konflik di Kalbar. Siapa pun yang mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat akan kami hadapi. Kedamaian Kalbar adalah harga mati,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat toleransi antarumat beragama maupun antarsuku. Menurutnya, perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.
“Jangan sampai perbedaan agama menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan harus mempererat persaudaraan kita,” tuturnya.
Sebagai bentuk komitmennya merangkul seluruh elemen masyarakat, Krisantus mengaku ingin memiliki pakaian adat dari seluruh suku yang ada di Kalimantan Barat, termasuk menjadi bagian dari berbagai paguyuban.
“Saya ingin memiliki 24 pakaian adat dari 24 suku yang ada di Kalbar. Saya juga ingin memiliki kartu anggota dari seluruh paguyuban. Karena saya bukan milik satu kelompok, tetapi milik seluruh masyarakat Kalbar,” ungkapnya.
Wagub turut mendorong Perkumpulan Basudara Maluku agar terus melestarikan budaya Maluku melalui berbagai kegiatan seni dan budaya yang dapat memperkaya khazanah budaya Kalimantan Barat.
“Saya berharap masyarakat Ambon di Kalbar aktif dalam setiap kegiatan budaya. Tampilkan budaya Maluku secara asli, mulai dari pakaian adat, tarian hingga kulinernya. Keaslian budaya itu akan semakin memperkaya keberagaman Kalbar,” pesannya.
Selain menyoroti pentingnya persatuan, Krisantus juga menyinggung besarnya potensi sumber daya alam Kalimantan Barat yang harus dikelola untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.
“Kalbar ini sangat kaya. Kita punya emas, bauksit, tanah jarang, silika, intan hingga uranium. Tetapi kekayaan itu harus benar-benar dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Kalbar sesuai amanat konstitusi,” jelasnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memperbaiki tata kelola sumber daya alam dan memastikan investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin kekayaan alam Kalbar benar-benar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan hanya dinikmati segelintir pihak. Investasi harus ditukar dengan kesejahteraan masyarakat, bukan kemiskinan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perkumpulan Basudara Maluku Provinsi Kalimantan Barat periode 2026–2031, Samuel Solissa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan terhadap pelaksanaan pengukuhan tersebut.
Ia menegaskan Perkumpulan Basudara Maluku akan terus menjunjung tinggi filosofi Katong Samua Basudara sebagai semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
“Kami berkomitmen melanjutkan program kepengurusan sebelumnya serta terus bersinergi dengan Pemprov Kalbar dan seluruh paguyuban lintas etnis untuk membangun Kalbar melalui seni, budaya, serta semangat persaudaraan,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penampilan Bambu Gila, kesenian tradisional khas Maluku yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Atraksi tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan sekaligus menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan keberagaman budaya yang terus memperkaya kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






