BMKG Kalbar Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat Hingga 19 Juli, Hujan Sedang Diprakirakan Terjadi 16–17 Juli
Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat selama periode 13 hingga 19 Juli 2026.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG Kalbar melalui pembaruan Analisis dan Prospek Cuaca Kalimantan Barat yang dirilis pada Senin (13/7) pukul 07.00 WIB. BMKG menyebutkan bahwa berkurangnya curah hujan di sejumlah daerah berpotensi meningkatkan kemudahan terjadinya karhutla, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun tindakan lain yang dapat memicu munculnya titik api.
Selain potensi karhutla, BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada 16 hingga 17 Juli 2026. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah rawan genangan, banjir, maupun wilayah yang rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca selama sepekan ke depan. Upaya pencegahan dini dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana, baik akibat kebakaran hutan dan lahan maupun dampak cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi yang akurat dan terkini mengenai perkembangan kondisi cuaca di Kalimantan Barat.
Informasi lengkap mengenai analisis dan prospek cuaca Kalimantan Barat dapat diakses melalui BMKG Kalimantan Barat.
Sumber: BMKG
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






