SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle 8 Tanda Asam Urat Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

8 Tanda Asam Urat Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Ilustrasi nyeri sendi sebagai gejala asam urat. (Magnific/Jcomp)

Suara Kalbar – Asam urat tinggi atau hiperurisemia merupakan kondisi ketika kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. Jika tidak ditangani, kelebihan asam urat dapat membentuk kristal yang mengendap di persendian dan memicu peradangan hingga nyeri hebat.

Penyakit ini kerap dikaitkan dengan orang lanjut usia. Padahal, asam urat dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki pola makan tinggi purin, mengalami obesitas, gangguan fungsi ginjal, sering mengonsumsi alkohol, atau memiliki riwayat penyakit serupa dalam keluarga.

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi, seperti kerusakan sendi maupun batu ginjal, dapat diminimalkan.

Apa Itu Asam Urat?

Asam urat merupakan zat sisa yang terbentuk dari proses pemecahan purin, yaitu senyawa alami yang terdapat di dalam tubuh maupun pada sejumlah makanan, seperti daging merah, jeroan, makanan laut, hingga minuman beralkohol.

Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah, kemudian disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine. Namun, apabila produksi asam urat meningkat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadarnya akan menumpuk di dalam darah.

Kondisi tersebut dapat memicu terbentuknya kristal monosodium urat yang mengendap di persendian dan jaringan sekitarnya. Endapan kristal inilah yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, serta nyeri khas pada penyakit gout.

Mengacu pada Mayo Clinic, berikut sejumlah gejala asam urat tinggi yang perlu diwaspadai.

1. Nyeri Sendi Muncul Mendadak

Salah satu ciri paling khas asam urat adalah nyeri sendi yang datang secara tiba-tiba dengan intensitas sangat tinggi. Serangan umumnya terjadi pada malam hari atau menjelang pagi.

Rasa nyeri dapat berkembang hanya dalam beberapa jam hingga membuat penderitanya sulit bergerak atau bahkan tidak sanggup menyentuh bagian sendi yang sakit.

2. Jempol Kaki Bengkak dan Terasa Panas

Sendi pangkal jempol kaki merupakan bagian tubuh yang paling sering mengalami serangan asam urat atau dikenal sebagai podagra.

Area tersebut biasanya tampak membengkak, memerah, terasa hangat saat disentuh, serta menimbulkan nyeri saat berjalan atau menggunakan alas kaki.

3. Sendi Menjadi Kaku

Setelah serangan nyeri mulai mereda, penderita masih dapat merasakan kekakuan pada sendi sehingga ruang geraknya menjadi terbatas.

Keluhan ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Nyeri Bertahan dalam Waktu Lama

Meski rasa sakit paling hebat telah berkurang, sebagian penderita masih merasakan pegal atau rasa tidak nyaman pada sendi yang terdampak.

Gejala tersebut dapat bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu, bergantung pada tingkat peradangan dan penanganan yang diberikan.

5. Kulit Mengelupas di Sekitar Sendi

Ketika pembengkakan mulai mereda, kulit di sekitar sendi yang sebelumnya meradang sering kali tampak mengelupas akibat peregangan.

Sebagian penderita juga mengeluhkan rasa gatal pada area tersebut sebagai bagian dari proses pemulihan.

6. Muncul Benjolan Keras (Tophi)

Apabila kadar asam urat terus tinggi dalam jangka panjang, kristal asam urat dapat menumpuk di bawah kulit dan membentuk benjolan keras yang dikenal sebagai tophi.

Benjolan ini umumnya muncul di jari tangan, jari kaki, siku, lutut, pergelangan tangan, hingga daun telinga. Meski awalnya tidak menimbulkan rasa sakit, tophi dapat membesar dan merusak sendi jika tidak diobati.

7. Nyeri Menyebar ke Sendi Lain

Serangan asam urat tidak selalu terjadi pada jempol kaki.

Kristal asam urat juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan. Pada beberapa kasus, rasa nyeri bahkan berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya.

8. Demam Ringan dan Mudah Lelah

Pada kondisi tertentu, serangan asam urat dapat memicu gejala menyerupai flu.

Penderita bisa mengalami demam ringan, menggigil, serta tubuh terasa lemas akibat proses peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

Cara Mengatasi Asam Urat Tinggi

Penanganan asam urat tidak hanya bertujuan meredakan nyeri saat serangan berlangsung, tetapi juga mencegah kekambuhan di masa mendatang.

Berdasarkan rekomendasi Arthritis Foundation, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Istirahatkan sendi dan lakukan kompres dingin. Tempelkan kompres es yang dibungkus kain selama 15–20 menit untuk membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.
  • Perbanyak minum air putih. Cairan yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine sekaligus mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal.
  • Batasi makanan tinggi purin. Kurangi konsumsi daging merah, jeroan, sarden, kerang, udang, dan makanan laut lainnya. Makanan atau minuman tinggi fruktosa juga sebaiknya dibatasi.
  • Hindari minuman beralkohol. Alkohol, terutama bir, dapat menghambat pembuangan asam urat sehingga kadarnya semakin meningkat.
  • Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Pada serangan akut, dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kolkisin, atau kortikosteroid untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Sementara pada penderita dengan kadar asam urat tinggi yang menetap, dokter dapat memberikan obat penurun asam urat jangka panjang, seperti Allopurinol, sesuai kondisi pasien.

Jangan Abaikan Gejala Asam Urat

Mengenali gejala asam urat sejak awal sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, mulai dari kerusakan sendi permanen, terbentuknya tophi, hingga batu ginjal.

Apabila Anda mengalami nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba, terutama pada jempol kaki atau sendi lain yang disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan kadar asam urat melalui tes darah dapat membantu dokter memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang sesuai.

Dengan pengobatan yang tepat, pola makan seimbang, serta gaya hidup sehat, kadar asam urat dapat dikendalikan sehingga risiko kekambuhan dan komplikasi jangka panjang dapat ditekan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play