SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kuliner 10 Makanan dan Minuman Tinggi Purin yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Urat

10 Makanan dan Minuman Tinggi Purin yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Urat

Ilustrasi makanan tinggi purin. (Magnific/Istimewa)

Suara Kalbar – Serangan asam urat yang datang mendadak sering kali menimbulkan nyeri hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat (uric acid) di dalam darah meningkat melebihi batas normal atau dikenal sebagai hiperurisemia.

Kelebihan asam urat akan membentuk kristal-kristal kecil yang mengendap di persendian. Endapan tersebut memicu peradangan sehingga menyebabkan nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas pada sendi.

Serangan asam urat umumnya muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam hingga dini hari. Salah satu pemicu yang paling sering adalah konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan purin yang tinggi.

Purin merupakan senyawa alami yang terdapat di dalam tubuh maupun berbagai jenis makanan. Ketika purin dipecah melalui proses metabolisme, tubuh akan menghasilkan asam urat sebagai produk akhirnya.

Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan melalui ginjal bersama urine. Namun jika produksinya berlebihan atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadar asam urat akan menumpuk di dalam darah dan meningkatkan risiko terjadinya serangan gout.

Karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk mengontrol kadar asam urat dan mencegah kekambuhan.

Makanan Tinggi Purin Perlu Dibatasi

Tidak semua makanan mengandung purin dalam jumlah yang sama. Beberapa jenis makanan memiliki kadar purin sangat tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam waktu relatif singkat.

Semakin tinggi asupan purin, semakin besar pula beban tubuh dalam memproses dan membuang asam urat. Bila kemampuan ginjal tidak memadai, kristal asam urat akan mulai mengendap di persendian maupun jaringan tubuh lainnya.

Selain pola makan, peningkatan kadar asam urat juga dipengaruhi oleh obesitas, konsumsi alkohol, penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, faktor keturunan, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Mengacu pada Cleveland Clinic, berikut sejumlah makanan dan minuman tinggi purin yang sebaiknya dibatasi oleh penderita asam urat.

1. Jeroan

Jeroan seperti hati, ginjal, limpa, paru-paru, otak, jantung, ampela, dan usus merupakan salah satu sumber purin tertinggi.

Mengonsumsi jeroan dapat meningkatkan produksi asam urat secara signifikan sehingga penderita gout dianjurkan menghindari atau membatasi konsumsinya.

2. Daging Merah

Daging sapi, kambing, domba, maupun daging rusa mengandung purin lebih tinggi dibandingkan sebagian sumber protein lainnya.

Penderita asam urat masih dapat mengonsumsi daging merah dalam jumlah terbatas, namun sebaiknya tidak berlebihan agar kadar asam urat tetap terkontrol.

3. Seafood Tertentu

Tidak semua makanan laut tinggi purin, tetapi beberapa jenis seperti sarden, ikan teri, makarel, herring, kerang, remis, udang, kepiting, dan trout diketahui memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.

Bagi penderita yang sering mengalami kekambuhan, konsumsi seafood jenis tersebut sebaiknya dibatasi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.

4. Minuman Beralkohol

Alkohol, terutama bir, menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kadar asam urat.

Selain mengandung purin yang berasal dari ragi, alkohol juga menghambat proses pembuangan asam urat melalui ginjal sehingga kadarnya lebih mudah meningkat di dalam darah.

5. Minuman Tinggi Fruktosa

Minuman bersoda, minuman energi, teh kemasan manis, sirup, hingga berbagai minuman siap saji umumnya mengandung fruktosa dalam jumlah tinggi.

Fruktosa diketahui dapat meningkatkan produksi asam urat ketika dimetabolisme tubuh. Mengurangi konsumsi minuman manis dan menggantinya dengan air putih menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengontrol kadar asam urat.

6. Produk dengan High Fructose Corn Syrup (HFCS)

Sirup jagung tinggi fruktosa atau high fructose corn syrup (HFCS) banyak digunakan sebagai pemanis pada makanan olahan.

Zat ini dapat ditemukan dalam minuman ringan, saus, biskuit, permen, makanan cepat saji, hingga berbagai produk kemasan lainnya.

Konsumsi HFCS secara berlebihan dapat meningkatkan pembentukan asam urat sehingga sebaiknya dibatasi.

7. Kaldu Daging Pekat

Kaldu hasil rebusan daging yang dimasak dalam waktu lama juga mengandung purin dalam jumlah cukup tinggi.

Selama proses perebusan, purin dari daging akan larut ke dalam kuah sehingga sup atau kaldu menjadi lebih pekat dan berpotensi meningkatkan kadar asam urat apabila dikonsumsi berlebihan.

8. Produk Berbahan Ragi

Ragi (yeast) secara alami mengandung purin.

Beberapa produk seperti ekstrak ragi maupun suplemen ragi bir dapat menambah asupan purin harian sehingga perlu dibatasi, terutama bagi penderita asam urat.

9. Asparagus

Asparagus memang memiliki kandungan purin yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar sayuran lainnya.

Meski demikian, penelitian menunjukkan purin yang berasal dari sayuran tidak memberikan dampak sebesar purin dari produk hewani. Karena itu, asparagus masih dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar kecuali terdapat anjuran khusus dari dokter.

10. Bayam dan Kembang Kol

Bayam, kembang kol, jamur, serta beberapa jenis sayuran lain juga mengandung purin dalam kadar sedang.

Namun, berbagai penelitian menyebutkan purin nabati tidak berkaitan kuat dengan peningkatan risiko serangan asam urat. Meski begitu, saat mengalami serangan akut, konsumsinya tetap sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Tips Mengontrol Asam Urat

Mengurangi makanan tinggi purin saja belum cukup untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil. Perubahan gaya hidup juga berperan penting.

Perbanyak minum air putih agar ginjal lebih optimal membuang asam urat melalui urine. Sebagian besar ahli menyarankan konsumsi sekitar delapan hingga sepuluh gelas air putih setiap hari, kecuali terdapat pembatasan cairan dari dokter.

Pilih sumber protein rendah purin seperti telur, tahu, tempe, susu rendah lemak, yogurt rendah lemak, atau daging ayam tanpa kulit dalam porsi yang sesuai. Produk susu rendah lemak bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko serangan gout.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga rutin juga dapat membantu menurunkan kadar asam urat sekaligus mengurangi frekuensi kekambuhan.

Selain itu, batasi konsumsi alkohol dan minuman manis, serta lakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala apabila memiliki riwayat hiperurisemia atau sering mengalami nyeri sendi.

Apabila serangan asam urat terjadi berulang, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dapat berupa obat antiinflamasi untuk meredakan serangan akut maupun obat penurun kadar asam urat jangka panjang sesuai indikasi medis.

Mengatur pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk mengendalikan kadar asam urat. Dengan membatasi makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, seafood tertentu, kaldu pekat, alkohol, serta minuman tinggi fruktosa, risiko kekambuhan asam urat dapat diminimalkan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play