SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau Inflasi Sanggau Melandai, Pemerintah Tingkatkan Petani Lokal

Inflasi Sanggau Melandai, Pemerintah Tingkatkan Petani Lokal

Kabag Ekon dan SDA Setda Sanggau Roy Naibaho. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Sanggau (Suara Kalbar) – Gelaran Pasar Murah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sanggau pada Kamis (04/06/2026) kemarin dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga inflasi.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Ekon dan SDA) Sekretariat Daerah Sanggau, Roy Naibaho mengatakan inflasi untuk di Kabupaten Sanggau dinilai masih terkendali berdasarkan perkembangan harga sejumlah komoditas pangan dalam beberapa bulan terakhir.

“Tren penurunan harga pada beberapa komoditas menjadi indikator positif bagi upaya pengendalian inflasi daerah. Berdasarkan rilis terakhir BPS, acuan yang digunakan untuk wilayah Kalimantan Barat inflasi berada pada angka 0,32 persen dan mengalami penurunan sekitar minus 0,25 persen,”ungkap Roy Naibaho pada Kamis, (04/06/2026).

Naibaho mengatakan, untuk Kabupaten Sanggau, pemerintah daerah menggunakan indikator Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai acuan pemantauan harga. Berdasarkan indikator tersebut, kondisi harga sejumlah komoditas utama dinilai masih berada dalam tren yang cukup baik.
“Kalau dilihat dari IPH, beberapa komoditas di Sanggau mengalami penurunan sehingga indeksnya berada di sekitar minus 2,25 persen. Ini menandakan bahwa perkembangan harga pada sejumlah komoditas masih bergerak ke arah yang lebih stabil,” ungkapnya.

Penurunan harga terutama terjadi pada kelompok komoditas pangan yang sebelumnya cukup berkontribusi terhadap inflasi daerah. Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya menunjukkan kecenderungan harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

“Beberapa komoditas yang mengalami penurunan antara lain cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras. Mudah-mudahan kondisi ini dapat terus dipertahankan sehingga tidak terjadi lonjakan harga dalam waktu dekat,” harapnya.

Naibaho optimistis kondisi harga sejumlah komoditas di Kabupaten Sanggau akan tetap terkendali apabila pasokan dan distribusi berjalan lancar. Ia berharap, tren penurunan indeks harga yang terjadi saat ini dapat terus dipertahankan sehingga inflasi daerah tetap terjaga dan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.

Roy Naibaho juga menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat distribusi cabai lokal guna menjaga stabilitas harga dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Fluktuasi harga cabai selama ini tidak terlepas dari pola distribusi dan rantai pasok yang masih melibatkan daerah lain sebelum komoditas tersebut masuk ke Kabupaten Sanggau,”katanya.

Kondisi tersebut berpotensi menambah biaya distribusi yang akhirnya berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.

“Kedepan, harapannya penyaluran cabai yang berasal dari Sanggau dapat dipasarkan dan diserap terlebih dahulu di Kabupaten Sanggau. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi langsung dari hasil produksi petani lokal,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Sanggau saat ini terus mendorong penguatan tata niaga komoditas pangan agar distribusi hasil pertanian lebih efisien dan menguntungkan petani daerah. Selain menjaga kestabilan harga, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Agar cabai tidak harus melalui Pontianak atau kabupaten lain terlebih dahulu sebelum masuk ke Sanggau. Kita ingin rantai distribusinya lebih pendek sehingga produk petani lokal bisa langsung tersedia di pasar kita, karena Kabupaten Sanggau memiliki potensi produksi cabai yang cukup besar dan didukung oleh banyak petani yang aktif mengembangkan komoditas hortikultura tersebut. Karena itu, pemerintah optimistis kebutuhan cabai masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal apabila sistem distribusi dan pemasarannya semakin terintegrasi dan efektif,” tutupnya.

Penulis: Darmansyah

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play