SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Opini Pendidikan Berkualitas Lahir dari Kepedulian Bersama

Pendidikan Berkualitas Lahir dari Kepedulian Bersama

Bayu

Oleh: Dr. Bayu, M.Pd

Bidang Keahlian : Manajemen dan Kebijakan Pendidikan

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kemajuan teknologi memang membuka banyak peluang pembelajaran, tetapi di sisi lain juga menghadirkan persoalan baru. Fenomena menurunnya etika peserta didik, rendahnya budaya literasi, meningkatnya ketergantungan terhadap gawai, hingga munculnya kasus perundungan di lingkungan sekolah menjadi gambaran bahwa pendidikan hari ini tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik semata.

Realitas tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah. Pendidikan berkualitas lahir dari kepedulian bersama: keluarga, masyarakat, pemerintah, hingga lingkungan sosial tempat anak tumbuh dan berkembang. Ketika pendidikan dibebankan sepenuhnya kepada sekolah, maka yang terjadi adalah ketimpangan harapan dan kenyataan. Guru dituntut membentuk karakter, meningkatkan prestasi, sekaligus menyelesaikan persoalan sosial peserta didik, sementara dukungan dari lingkungan sekitar sering kali masih minim.

Fenomena saat ini memperlihatkan bahwa banyak anak lebih dekat dengan media sosial dibandingkan dengan orang tua atau gurunya. Tidak sedikit pula peserta didik yang kehilangan arah karena kurangnya perhatian, pengawasan, dan keteladanan. Di era digital, anak-anak sangat mudah memperoleh informasi, tetapi belum tentu mampu memilah mana yang bernilai positif dan mana yang dapat merusak karakter mereka. Di sinilah pentingnya kepedulian bersama dalam mendampingi proses pendidikan.

Keluarga menjadi fondasi utama. Pendidikan karakter pertama kali lahir dari rumah: bagaimana anak belajar sopan santun, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Namun, kesibukan ekonomi dan perubahan pola hidup modern sering membuat komunikasi dalam keluarga semakin berkurang. Banyak orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah tanpa menyadari bahwa keterlibatan mereka sangat menentukan masa depan anak.

Di sisi lain, sekolah juga perlu terus berbenah. Pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari tingginya nilai ujian atau banyaknya prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk manusia yang berakhlak, kreatif, toleran, dan memiliki kepedulian sosial. Guru bukan sekadar pengajar, melainkan pendidik yang menjadi teladan. Oleh sebab itu, kesejahteraan dan kualitas guru juga harus menjadi perhatian bersama agar mereka mampu menjalankan tugas pendidikan secara maksimal.

Masyarakat pun memiliki peran yang tidak kalah penting. Lingkungan sosial yang sehat akan membantu tumbuhnya generasi yang baik. Sebaliknya, lingkungan yang penuh kekerasan, ujaran kebencian, dan minim kepedulian sosial dapat mempengaruhi perkembangan anak. Pendidikan sejatinya tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di rumah, tempat ibadah, media sosial, dan kehidupan sehari-hari.

Pemerintah juga harus hadir secara nyata melalui kebijakan yang berpihak pada pemerataan pendidikan. Hingga hari ini, masih terdapat kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah pelosok maupun perbatasan. Banyak sekolah yang masih kekurangan sarana, akses internet, bahkan tenaga pendidik. Jika kualitas pendidikan ingin benar-benar merata, maka perhatian terhadap daerah-daerah tersebut tidak boleh diabaikan.

Pada akhirnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Generasi yang berkualitas tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui kerja sama dan kepedulian semua pihak. Ketika keluarga peduli, sekolah berkomitmen, masyarakat mendukung, dan pemerintah hadir dengan kebijakan yang tepat, maka pendidikan akan menjadi kekuatan besar dalam membangun peradaban.

Sebab sesungguhnya, pendidikan berkualitas bukan hanya tentang mencetak anak yang pintar, tetapi juga melahirkan manusia yang berkarakter, berempati, dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan kemanusiaan.

*Penulis adalah Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play