SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Pemerintah Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Pelajar

Pemerintah Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Pelajar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti (Istimewa)

Jakarta (Suara Kalbar)- Pemerintah rmeluncurkan buku panduan pendidikan antikorupsi untuk pelajar di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan membangun budaya integritas sejak dini di lingkungan sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, peluncuran panduan ini merupakan kebijakan strategis untuk memperkuat pendidikan karakter, khususnya nilai kejujuran dan antikorupsi di dunia pendidikan.

“Kami baru saja meluncurkan program untuk pendidikan antikorupsi melalui penerbitan buku panduan antikorupsi di sekolah. Ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berusaha untuk memperkuat pendidikan karakter,” kata Abdul Mu’ti di Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia menegaskan pentingnya membangun karakter pelajar yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab. Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menekankan pentingnya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Mu’ti menyebut, tantangan terbesar saat ini adalah membentuk pribadi yang konsisten menjunjung nilai kejujuran dan bebas dari praktik korupsi. Panduan ini diharapkan menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut.

Ia menjelaskan, buku panduan antikorupsi ini bukan mata pelajaran baru, melainkan instrumen penguatan ekosistem pendidikan. Implementasinya dilakukan melalui lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

“Kami berusaha melalui buku panduan itu untuk memperkuat hidden curriculum, yaitu menciptakan budaya dan lingkungan yang mencerminkan terlaksananya good governance dan clean governance, sehingga sekolah harus menjadi model, menjadi institusi yang dapat mencerminkan bagaimana perilaku antikorupsi itu tertanam dengan sebaik-baiknya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Pendekatan pendidikan antikorupsi juga diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran melalui penanaman nilai karakter.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa buku panduan ini disusun dengan lima kompetensi utama.

Kelimanya meliputi ketaatan terhadap aturan, pemahaman kepemilikan, kemampuan menghadapi dilema etis, menjaga amanah, serta membangun perilaku antikorupsi.

Setyo menambahkan, panduan tersebut akan disosialisasikan kepada pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

“Harapannya dengan adanya buku pedoman ini bisa dijadikan sebagai sebuah guidance khususnya dari level PAUD sampai dengan SMA dan SMK,” ucapnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus turut menyambut positif peluncuran buku panduan ini. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat karakter bangsa.

“Kementerian Dalam Negeri sudah menerbitkan dua surat edaran. Yang pertama terkait dengan penguatan karakter dalam pendidikan, kemudian yang kedua surat edaran terkait dengan survei indeks integritas pendidikan nasional,” tutupnya.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play