SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah LDII Kalbar Ajak Siswa MTs Khairul Hikmah Mempawah Wujudkan Sekolah Aman tanpa Bullying

LDII Kalbar Ajak Siswa MTs Khairul Hikmah Mempawah Wujudkan Sekolah Aman tanpa Bullying

Ketua DPW LDII Kalimantan Barat Susanto saat hadiri ‘Sosialisasi Madrasah Aman Tanpa Perundungan’ di MTs Khairul Hikmah Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah, Kamis (21/5/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/LDII Kalbar]

Mempawah (Suara Kalbar) – Ketua DPW LDII Kalimantan Barat Susanto mengajak seluruh siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Khairul Hikmah untuk menghentikan segala bentuk bullying dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan ‘Sosialisasi Madrasah Aman Tanpa Perundungan’ di MTs Khairul Hikmah Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah, Kamis (21/5/2026).

Dijelaskan, tindakan bullying atau perundungan tidak boleh dibiarkan, dan dianggap biasa, mengingat dampak yang ditimbulkan bisa lebih serius.

“Tindakan bullying bisa memicu stres dan traumatik bagi korban sehingga masa depan anak bisa ikut terancam. Maka saya minta seluruh siswa Mts Khairul Hikmah harus menghentikan segala bentuk pembullyan,” tegas dia.

Menurut Susanto, pembullyan adalah tindakan yang dilarang oleh agama dan juga masuk ranah pidana, sehingga ketika bisa berdampak buruk terhadap dirinya, keluarga termasuk nama lembaga.

“Ketika menjadi pelaku yang mendapatkan nama buruknya bukan saja dirinya sebagai pelaku, melainkan lembaga pendidikan disini ikut tercoreng. Terlebih era digital saat ini yang begitu cepat viral. Maka stop bullying sekarang juga,” kata dia.

Pihaknya mengapresiasi langkah sekolah berkomitmen menjadikan madrasah aman dan nyaman tanpa pembullyan, maka stakeholder pendidikan di Mts ini mesti ikut mendukung.

“Komitmen MTs Khairul Hikmah harus diwujudkan, maka seluruh stakeholder pendidikan tidak ada alasan untuk tidak mendukung. Artinya peran yayasan, dewan guru dan kepala sekolah serta para ustadz juga diperlukan dan mesti terlibat dalam menjadikan lingkungan sekolah aman dari perundungan,” ujar Susanto.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Khairul Hikmah M. Shirajudin mengaku tindakan bullying trennya meningkat, walaupun lewat verbal atau kata-kata.

“Kalau diakui pembullyan memang banyak terjadi, walaupun lewat kata-kata. Namun ini tidak boleh dibiarkan, karena dampak ke korban sangat serius,” ujarnya.

Dilatarbelakangi hal itu, pihak yayasan mendorong untuk menjadikan lembaga ini tempat mengenyam pendidikan yang nyaman bagi siswa, diantaranya tidak boleh ada perundungan.

“Pembullyan atau perundungan tidak boleh terjadi di madrasah ini. Komitmen ini menjadi tekad bersama yang harus diwujudkan. Hari ini langkah itu dimulai,” jelasnya.

Lebih lanjut Sirajudin juga berharap seluruh warga sekolah dapat menjadi bagian dari gerakan anti-bullying demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter luhur kepada para siswa sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak dan bebas dari bullying,” tegas dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play