Krisantus Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan LP3KD Kalbar
Pontianak (Suara Kalbar) – Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kalimantan Barat Tahun 2026 yang berlangsung di sebuah Hotel di Pontianak, Jumat (29/5/2026).
Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan pentingnya Musda sebagai momentum memperkuat kualitas organisasi sekaligus mengembangkan seni paduan suara gerejani yang mengandung nilai-nilai moral dan spiritual bagi kehidupan masyarakat.
“Saya berharap Pesparani Kalimantan Barat semakin berkualitas, semakin baik, dan semakin sukses. Semoga pelaksanaan Musyawarah Daerah LP3KD Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ini dapat berjalan dengan baik, sukses, dan lancar, serta memberikan pencerahan dalam upaya peningkatan kualitas organisasi dan pengembangan paduan suara gerejani yang sarat dengan pesan moral dan spiritual guna meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Kalimantan Barat,” ujar Krisantus.
Menurutnya, Musda LP3KD tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga merupakan bagian dari pembinaan kehidupan beragama yang mendorong umat untuk terus memuliakan Tuhan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui berbagai kegiatan keagamaan akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan moral masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh peserta Musda untuk terus memperkuat sinergi dan solidaritas antarlembaga keagamaan serta menjadikan forum Musda sebagai ruang dialog yang produktif dalam menjaga dan memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
“Perkokoh sinergi dan solidaritas. Jadikan forum ini sebagai ruang dialog yang sejuk dan produktif. Pastikan program kerja yang dihasilkan benar-benar menyentuh pembinaan umat di seluruh penjuru Kalimantan Barat.
Solidaritas internal maupun eksternal antar lembaga keagamaan harus terus dijaga demi memperkuat kerukunan di wilayah kita,” pesannya.
Krisantus juga mendorong LP3KD Kalbar untuk mulai melakukan persiapan secara matang menghadapi ajang Pesparani Nasional mendatang. Ia optimistis Kalimantan Barat mampu meraih prestasi terbaik apabila seluruh elemen melakukan persiapan yang terencana dan berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat senantiasa berkomitmen mendukung kegiatan pembinaan umat beragama. Saya berharap LP3KD dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, baik dalam menjaga stabilitas sosial, menyukseskan pembangunan, maupun mengawal tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris LP3KD Kalimantan Barat, Ignasius IK, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Daerah LP3KD Tahun 2026 merupakan amanah Ketetapan Musyawarah Nasional I LP3KN tentang Perubahan Kedua Statuta Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Tahun 2025.
Ia menyebutkan, Musda tahun ini menjadi Musda perdana sejak LP3KD Kalimantan Barat terbentuk. Forum tersebut memiliki tugas dan kewenangan untuk mengevaluasi penyelenggaraan Pesparani Katolik tingkat daerah, menetapkan pedoman penyelenggaraan, serta mengusulkan lokasi dan waktu pelaksanaan Pesparani Katolik tingkat daerah berikutnya.
Musyawarah Daerah I LP3KD Kalimantan Barat Tahun 2026 mengusung tema “Penguatan Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan LP3KD Kalimantan Barat Menghadapi PESPARANI Nasional IV Tahun 2027”. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan LP3KD Kalbar menghadapi PESPARANI Nasional IV yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 November 2027 di Manado, Sulawesi Utara.
Kegiatan Musda berlangsung selama dua hari, mulai 29 hingga 30 Mei 2026 di Hotel Kini Pontianak. Sebanyak 76 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari unsur Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, penyelenggara Bimas Katolik kabupaten/kota, perwakilan otoritas Gereja Katolik, pengurus LP3KD provinsi dan kabupaten/kota, serta unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Melalui Musda ini, diharapkan lahir program-program strategis yang mampu memperkuat pembinaan umat Katolik, meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pesparani, serta memperkokoh kerukunan umat beragama sebagai fondasi pembangunan Kalimantan Barat yang harmonis dan berkelanjutan.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





