Kemenhaj Tegas Berantas Haji Ilegal, 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi
Jakarta (Suara Kalbar)- Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, sekaligus meningkatkan upaya pencegahan praktik haji nonprosedural yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa hingga Selasa (5/5/2026) atau hari ke-15 operasional haji, proses penyelenggaraan berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Namun demikian, dalam sepekan terakhir terdapat 10 warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan oleh otoritas Arab Saudi karena diduga terlibat dalam promosi dan praktik haji ilegal.
“Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi La Haj bila Tasrih, yakni tidak ada pelaksanaan haji tanpa izin resmi. Penanganan terhadap WNI yang terlibat sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas setempat,” ujar Maria.
Ia menegaskan bahwa penindakan tidak hanya menyasar pelaku langsung, tetapi juga pihak-pihak yang mengorganisir maupun memfasilitasi praktik tersebut.
Kemenhaj mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keberangkatan haji tanpa antrean resmi. Selain berisiko secara finansial, praktik tersebut juga dapat berujung pada sanksi hukum, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi dalam jangka waktu tertentu.
Di dalam negeri, Satgas Haji Ilegal yang melibatkan Kemenhaj, Polri, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus melakukan pengawasan di sejumlah titik keberangkatan.
“Upaya ini merupakan bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat dari praktik penipuan dan eksploitasi berkedok ibadah haji,” jelasnya.
Terkait progres penyelenggaraan haji, hingga awal Mei 2026 tercatat sebanyak 229 kloter dengan total 89.051 jemaah dan 912 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 219 kloter dengan 85.039 jemaah telah tiba di Madinah, sementara sebagian lainnya telah bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Dari sisi kesehatan, Kemenhaj mencatat 10.746 jemaah menjalani rawat jalan, 139 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 208 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi, dengan 76 orang masih dalam perawatan.
Maria juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengingat suhu di Madinah dan Makkah saat ini berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius.
“Jemaah diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan segera melapor kepada petugas jika mengalami gangguan,” pungkasnya.
Sumber: Beritasatu.com





