SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Bengkayang Gawe Padi Naik Dango ke 3 Monterado: Pelestarian Budaya Leluhur Untuk Perekat Persaudaraan dan Persatuan

Gawe Padi Naik Dango ke 3 Monterado: Pelestarian Budaya Leluhur Untuk Perekat Persaudaraan dan Persatuan

Bengkayang (Suara Kalbar) – Acara Penutupan Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 di rumah panjang Monterado yang terletak di Komplek Taman Aboretum Tengkawang Jalan Muisan Desa Monterado Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang berlangsung sukses, Minggu (10/5/2026) dimulai pukul 17.00 hingga pukul 23.59 Wib.

Kali ini Tema kegiatan Gawe Naik Dango ke 3 adalah, Ngampar Uma Ngarak Padi “Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman”

Kegiatan Penutupan Gawe Naik Dango ke 3 Monterado dihadiri, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Sekda Yustianus beserta Istri, Ketua DPRD Kab. Bengkayang Debit, Anggota DPRD Provinsi Kalbar Fraksi Partai Golkar Maria Christy Laura, Ketua PKK Kabupaten Bengkayang Ny. Anita Darwis, Danlanud Harry Hadisoemantri diwakili Kakandi Lanud Had Letda Sus Ridho Utama , Dandim 1209/Bky diwakili Pjs. Danramil 1209-05/Sml Peltu Manjiri, Kapolres Bengkayang diwakili Wakapolsek Monterado Ipda Priyono, Camat Monterado Jovinus Bevo, Ketua DAD Kec. Monterado Libertus Hansen, Perwakilan MABM, MABJ, MABT,

Ketua Panitia Gawe Naik Dango III Tahun 2026 Amdan, Para Tokoh Adat, Tokoh Agama ,Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat yang hadir , Kepala OPD dilingkungan Kab. Bengkayang , Para Forkompincam Monterado

Instansi Vertikal Terkait dilingkungan Pemkab Bengkayang dan undangan Masyarakat Kecamatan Monterado.

Pada sambutannya Ketua Panitia Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026, Amdan menyampaikan, Naik Dango bukan hanya ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah, tetapi juga menjadi wadah pemersatu masyarakat. Selama beberapa hari ini kita telah menyaksikan identitas budaya Dayak terpancar melalui ritual adat, tarian, perlombaan budaya, seminar dan berbagai kegiatan lainnya.

Semangat yang hadir dalam kegiatan ini membuktikan bahwa akar budaya Dayak masih kuat dan terus hidup di tengah masyarakat. Di tengah arus modernisasi, jangan sampai warisan leluhur kita hilang tergerus zaman. Karena itu, melalui Gawe Naik Dango ini mari kita terus mempererat tali persaudaraan dan menjaga adat serta budaya kita,” ujar Pria yang juga menjabat Kepala Desa Goa Boma ini

Amdan kemudian mengajak, mari kita saling menjaga dengan menjadikan adat sebagai pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat. Adat bukan sekadar seremonial, tetapi nilai luhur yang mengajarkan kebaikan, kebersamaan dan keharmonisan.

Kemudian katanya, Mari kita saling menguatkan, khususnya kepada generasi muda. Tanamkan rasa bangga menjadi orang Dayak yang beradab dan berilmu. Kita berharap anak-anak Monterado dapat menjadi generasi yang sukses, berpendidikan, namun tetap menghormati adat dan budaya leluhurnya,” tuturnya.

“Kita terus menghidupkan tradisi agar tetap menjadi kebanggaan Kabupaten Bengkayang. Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah dan tokoh adat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

“Apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang, khususnya Bupati Bengkayang, seluruh panitia, masyarakat, pihak keamanan dan semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses.

Sedangkan Ketua DAD Kecamatan Monterado Libertus Hansen menegaskan, Gawe Naik Dango bukan sekadar tradisi panen, tetapi merupakan bentuk pelestarian adat dan budaya Dayak yang menjadi perekat persatuan masyarakat. Adat dan budaya mengajarkan kita hidup rukun, saling menghormati, dan tidak membedakan suku, agama, ras maupun golongan.

“Kita hidup dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan bangsa lain. Saya juga berharap generasi muda kita, khususnya di Kecamatan Monterado, dapat terhindar dari narkoba dan pergaulan bebas. Mari kita bersama-sama menjaga dan membimbing anak-anak kita agar menjadi generasi yang beradab, berbudaya, dan memiliki masa depan yang baik,” tegas Hansen.

 

Libertus Hansen juga menyampaikan, apabila selama pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun penyelenggaraan acara, kami atas nama panitia dan Dewan Adat Dayak Kecamatan Monterado memohon maaf yang sebesar-besarnya. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh masyarakat dari 11 desa di Kecamatan Monterado, para kepala desa, ketua adat, kepala benua, sponsor dan donatur yang telah membantu dengan tulus demi suksesnya kegiatan ini. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi kami.

“Mudah-mudahan melalui Gawe Naik Dango ke-3 ini, semangat persaudaraan, gotong royong dan pelestarian budaya Dayak semakin kuat demi kemajuan Kecamatan Monterado dan Kabupaten Bengkayang,” tuturnya.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis pada kesempatan tersebut menyampaikan ,Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial budaya, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama dalam menjaga tradisi leluhur, melestarikan budaya Dayak, serta memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

“Saya bangga karena pelaksanaan Gawe Naik Dango tahun ini dapat berjalan dengan baik tanpa menggunakan anggaran APBD. Tahun 2025 lalu pemerintah daerah membantu melalui APBD sebesar Rp100 juta, namun tahun ini murni atas semangat gotong royong dan dukungan masyarakat serta para donatur,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang 2009-2014 ini menambahkan, Gawe Naik Dango memiliki makna yang sangat penting, terutama bagi masyarakat Kecamatan Monterado yang merupakan wilayah strategis dan memiliki potensi besar di Kabupaten Bengkayang.

Wilayah ini berbatasan dengan berbagai daerah yang memiliki lahan pertanian produktif dan masih menjadi salah satu lumbung padi masyarakat.

Tradisi Naik Dango mengajarkan kita untuk menghargai perjuangan para leluhur yang dahulu bertani dan bercocok tanam demi mempertahankan kehidupan. Karena itu, budaya bertani harus terus kita jaga dan lestarikan.

Kecamatan Monterado ke depan akan menjadi salah satu kawasan strategis dan memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Lokasinya dekat dengan pelabuhan kecil, dekat dengan Bandara Singkawang dan akses jalan menuju wilayah-wilayah sekitar terus dibangun oleh pemerintah. Jika konektivitas ini semakin baik, maka Monterado akan berkembang pesat dan menjadi daerah yang maju serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat.

Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gawe Naik Dango III Tahun 2026 ini. Semoga kegiatan budaya ini terus menjadi perekat persaudaraan, pelestarian adat dan budaya serta membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Bengkayang.

Penulis : Kurnadi

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play