SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas TMP Sambas Dorong Keterlibatan Pemuda dalam Politik, Dialog Jadi Ruang Aspirasi Mahasiswa

TMP Sambas Dorong Keterlibatan Pemuda dalam Politik, Dialog Jadi Ruang Aspirasi Mahasiswa

Foto bersama kegiatan dialog bersama Taruna Merah Putih Kalimantan Barat. SUARAKALBAR.CO.ID/Serawati

Sambas (Suara Kalbar) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Sambas menggelar Dialog Bersama Taruna Merah Putih Kalimantan Barat pada Minggu (26/4/2026) di Caffe Rumbi Sambas. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terbuka antara pemuda, mahasiswa, dan tokoh politik mengenai peran generasi muda dalam pembangunan daerah.

Ketua Taruna Merah Putih Kalimantan Barat, Melki, menegaskan bahwa anak muda di Kabupaten Sambas memiliki potensi besar yang harus dipandang lebih dari sekadar basis suara pada momentum politik.

“Anak-anak muda di Sambas jangan hanya dilihat sebagai kelompok pemilih terbesar pada 2029, tetapi harus dipandang sebagai masa depan daerah ini,” ujar Melki.

Menurutnya, para politisi di Sambas harus mulai membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Ia menekankan bahwa partisipasi anak muda tidak boleh berhenti pada simbolisme semata, melainkan harus diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam berbagai forum dan proses politik.

“Jangan sampai anak muda hanya dijadikan simbol atau tokenisme. Mereka harus benar-benar dilibatkan dalam menentukan arah masa depan Sambas,” tegasnya.

Melki juga menilai forum diskusi seperti ini penting agar generasi muda memiliki ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, hingga pandangan paling tajam sekalipun kepada para politisi.

“Politisi harus siap menjawab pertanyaan kritis dari anak muda. Jangan sampai justru menutup diri dari aspirasi mereka,” katanya.

Ia menyebut, langkah membuka ruang dialog yang dilakukan PDI Perjuangan Sambas di bawah kepemimpinan Ferdinand merupakan awal yang baik dalam membangun komunikasi politik dengan generasi muda.

Melki menilai sikap kritis anak muda merupakan sesuatu yang wajar dan harus diapresiasi sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Anak muda bebas bertanya apa pun. Di usia muda inilah orang belajar, bertanya, bahkan melakukan kesalahan. Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah memberikan penjelasan sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas, Neni, menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai membuka ruang aspirasi bagi mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda.

“Diskusi ini memberi kami ruang untuk menyampaikan pandangan politik sebagai mahasiswa. Kami adalah social control bagi pemerintah, dan forum seperti ini penting untuk membangun kembali kepercayaan mahasiswa terhadap politik,” kata Neni.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play