SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah PT PSP dan PEJUANG Tanam Mangrove di Pesisir Mempawah, Perkuat Benteng Alami Lawan Abrasi

PT PSP dan PEJUANG Tanam Mangrove di Pesisir Mempawah, Perkuat Benteng Alami Lawan Abrasi

Aksi tanam mangrove PT PSP dan PEJUANG sebagai upaya menyelamatkan pesisir pantai Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Rabu (8/4/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – HPI Palm Oil Unit (POU) melalui anak usahanya, PT Peniti Sungai Purun (PSP), menggelar aksi nyata peduli lingkungan.

Aksi itu diwujudkan dengan melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (8/4/2026) pagi.

Kegiatan bertajuk “Dari Akar untuk Negeri, Bersama Lawan Abrasi” ini merupakan langkah awal dalam upaya memproteksi kawasan pesisir yang saat ini menghadapi ancaman abrasi serius.

Dalam pelaksanaannya, PT PSP berkolaborasi dengan awak media yang tergabung dalam Perkumpulan Jurnalis Galaherang (PEJUANG) Mempawah.

Ancaman abrasi di kawasan tersebut kian mengkhawatirkan, dengan laju pengikisan daratan mencapai 15 hingga 20 meter per tahun. Jika tidak segera dimitigasi, kondisi ini berpotensi mengancam pemukiman warga di sekitar pesisir.

Kegiatan ini turut didukung oleh Dishub dan LH Mempawah, Pemerintah Kelurahan Tanjung, Karang Taruna Muda Insan Cita, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tanjung, Mempawah Mangrove Conservation, serta mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Region Controller HPI POU Kiajar Rajagukguk, Humas CSR HPI POU Paulus Nokus, Koordinator EHS Region Wahyudi, CSR Area Ferry Budi Rakhmad, perwakilan Pemerintah Kelurahan Tanjung, Ketua Karang Taruna Muda Insan Cita Muhammad Iqbal, serta perwakilan LPM Kelurahan Tanjung.

Region Controller HPI POU, Kiajar Rajagukguk, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya nyata penyelamatan daratan dari ancaman abrasi.

“Mangrove ini adalah garda terdepan penahan daratan terhadap laut. Jika tidak ada mangrove, daratan bisa musnah akibat abrasi. Bayangkan jika abrasi 15 meter per tahun ini dibiarkan, perumahan penduduk di sini akan terdampak langsung,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penanaman 1.000 bibit mangrove ini merupakan tahap awal, dan pihak perusahaan akan terus memantau serta membuka peluang untuk penanaman lanjutan di masa mendatang.

Sementara itu, Humas CSR HPI POU, Paulus Nokus, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, khususnya kaum muda dan insan pers yang turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

“Harapan kita, apa yang ditanam hari ini bisa tumbuh dengan baik dan nantinya menjadi sumber bibit untuk pengembangan berikutnya secara berkelanjutan,” katanya.

Ketua PEJUANG Mempawah, Dian Sastra, menegaskan bahwa peran jurnalis tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya menulis tentang kerusakan lingkungan, tetapi juga ikut turun langsung menanam. Kolaborasi ini adalah wujud sinergi antara pers, korporasi, dan masyarakat,” ungkapnya.

Senada, Ketua Karang Taruna Muda Insan Cita Kelurahan Tanjung, Muhammad Iqbal, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjaga dan memastikan keberlangsungan tanaman mangrove tersebut.

“Aksi penanaman ini adalah warisan hidup untuk masa depan. Tugas kita sekarang adalah memastikan bibit ini tumbuh kuat sebagai pelindung alami pantai,” tuturnya.

Meski bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, HPI POU menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari visi perusahaan.

Melalui edukasi dan aksi langsung, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove, tidak hanya sebagai penahan abrasi, tetapi juga sebagai penopang keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Penulis: Prianta

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan