SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Opini Melayu Zaman Ini

Melayu Zaman Ini

Rumah Suku Melayu

Oleh: Abang Mat

Masyarakat Nusantara terdiri dari puluhan suku, dengan wilayah-wilayahnya yang lintas negara. Mulai dari Indonesia sampai Filipina. Salah satu suku yang ada di dalam ras nusantara adalah suku melayu, yang berada di (Kepulauan) Riau dan Semenanjung Malaya. Melayu adalah suku yang sudah sangat lama dikenal dunia, bahkan salah satu yang paling dikenal di Nusantara. Mulai dari nasi lemaknya sampai rumah adatnya yang sedap dilihat, bukan hanya bahasanya yang mendunia di Asia. Meskipun ditakdirkan tidak hanya bersatu warna dalam kehidupannya, tapi dari pengamatan saya, saya menyimpulkan suku melayu adalah suku dengan kasta tertinggi di nusantara. Bahkan suku yang paling menikmati kehidupan. Ini bukti-buktinya …

Suku Melayu sangat jarang merantau. Ini disebabkan rasa cinta yang dalam orang melayu terhadap kampung halamannya. Kenyataan ini membuat Gubernur suku melayu berada di tempat terhormat dalam alam pikiran semua pejabat tinggi indonesia. Sebab itu artinya masyarakat pribuminya tak membebani gubernur di provinsi-provinsi lain, tak mengganggu hak-hak kepribumian pribumi di provinsi lain, dan dianggap mampu menghidupi masyarakat pribuminya. Yang merupakan tugas utama pemerintah daerahnya. Bukan hanya jarang merantau, tapi justru daerahnya menjadi tujuan utama perantau dari provinsi-provinsi lain. Walau katakanlah perantau itu di batam hanya bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran atau menjadi pengurus hotel di Nagoya. Kenyataannya adalah semua daerah melayu merupakan tujuan perantau.

Selanjutnya, suku melayu jarang kerja berat. Contohnya menjadi petani sawit di malaysia, setau saya tak ada. Apalagi menjadi pedagang ditepi jalan dan pedagang keliling, tak ada. Ini disebabkan karena mereka banyak yang tak tahan panas dan tak menyukai pekerjaan ini. Termasuk pembersih kantor (OB). Mereka juga pegengsi. Satu-satunya kerja berat yang dijalankan suku melayu adalah nelayan, yang merupakan pekerjaan 1 dari 10 orang melayu. Disamping itu, suku melayu juga sangat jarang menjadi penjahat. Misalnya maling rumah orang atau maling motor, atau meminta-minta duit ke kelompok tertentu setiap minggu. Ini disebabkan ajaran orangtua yang mewajibkan makan dari sumber-sumber yang halal, supaya Allah redho. Suku melayu juga suku yang paling banyak ngopi dan paling sering jalan-jalan. Lambangnya adalah kawan FB saya, yaitu Pak Amir dan Bang Robi.

Kemudian, satu-satunya suku yang ada negara sendiri adalah suku melayu. Meskipun kecil tapi ada. Dan syukurnya negara itu berjaya. Meskipun tetap ada kekacau balauan di dalam negara itu, karena sangking banyaknya pendatang disana. Yang bukan hanya ingin mendapatkan hak-hak melayu tapi juga telah mengacaubalaukan kebudayaan melayu. Negara ini didirikan oleh Tengku Abdurrahman, digagas oleh Onn Ja’far, dijayakan oleh Mahathir Mohamad, dan sekarang dipimpin oleh Anwar Ibrahim. Terlepas dari semua kekacaubalauan di dalam negaranya, suku melayu telah mengharumkan citra sesama Melayu di kawasan masing-masing. Dengan datang menjadi pemodal dan wisatawan di negara-negara seasia tenggara. Yang terdekat misalnya dengan membuka banyak bank di Jakarta.

Dari segi karya seni, satu-satunya suku di nusantara yang mempunyai film klasik adalah suku melayu. Misalnya seperti Seniman Bujang Lapok, Hang Tuah, dan Tiga Abdul. Film-film yang dibuat pada tahun 50an dan 60an ini sekarang sudah berkategori menjadi film legendaris dan tetap ditonton banyak orang sampai sekarang. Di hari-hari istimewanya, suku melayu mempunyai lagu-lagu yang menjadi lambang dari setiap momen kehidupan. Misalnya lagu ”Selamat Hari Raya” yang dinyanyikan Saloma, biasa diperdengarkan sejak masa pertengahan ramadan sampai hari raya berakhir. Dan lagu ”Allah Selamatkan Kamu” yang biasa dinyanyikan saat perayaan hari kelahiran anggota keluarga. Bahkan di malam hari raya, ada agenda khusus yang rutin ditayangkan setiap tahun di TV Singapura, menampilkan konser lagu-lagu melayu. Lengkap dengan zapinnya.

Terakhir… melayu termasuk suku yang sangat mujur. Disaat kerajaan suku-suku lain sudah banyak yang tidak ada, karena perubahan peta politik dunia, tapi kerajaan suku melayu tetap ada. Contohnya adalah Pahang dan Terengganu. Kerajaan-kerajaan ini bukan sekedar ada, tapi juga berjaya dan mendunia. Contohnya Terengganu dengan Istana Sharqiyyahnya dan Pahang dengan wilayahnya yang besar. Kemujuran ini disebabkan karena kesultanan-kesultanan melayu tidak pernah bersatu sejak dulu. Sehingga saat ada satu yang mati, yang lain tetap hidup. Misalnya Riau yang kesultanannya sudah dimatikan Belanda sejak tahun 1911, tapi Pahang masih hidup sampai sekarang. Karena selamat, terpisah dari wilayahnya kesultanan Riau pada tahun 1824. Ini tentu satu keadaan yang penuh dilema tapi tetap patut disyukuri.

Demikianlah hasil pengamatan saya selama ini terhadap peradaban ras nusantara. Suku melayu adalah suku dengan kasta tertinggi di nusantara, yang paling mujur kehidupannya. Bukan artinya tak ada yang hidupnya berat, ada. Tapi karena watak melayu yang cenderung malas berpikir berat, sehingga menjadikan hidup mereka penuh dengan kesenangan. Tulisan ini dibuat bukan untuk memuji satu suku dan menyudutkan suku lain, sungguh bukan. Tapi tulisan ini dibuat untuk menjadi bahan perenungan bersama. Kenapa yang satu bisa begitu, tapi suku yang lainnya tidak?… Ini tentu menjadi kajian yang memikat bagi semua penggemar sejarah nusantara. Karena dengan begini, membuat kita semakin bangga dengan kenusantaraan kita.

*Penulis adalah pencetus istilah Ras Nusantara untuk kelompok masyarakat pribumi berkulit coklat di kawasan Asia Pasific.

 IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan