LDII Kalbar dan Dekan FTIK IAIN Pontianak Matangkan Rencana Bedah Buku Model Pendidikan
Pontianak (Suara Kalbar) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalbar berencana menggandeng Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak untuk menggelar kegiatan bedah buku berjudul Sistem, Corak dan Model Pendidikan LDII.
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, mengatakan rencana bedah buku tersebut masih perlu diskusi lanjutan terkait teknis kegiatan.
“Alhamdulillah hari ini bisa diskusi awal bersama Dekan FTIK, Prof Hermansyah. Tapi rencana ini masih butuh pertemuan lanjutan,” ujarnya usai melakukan silaturahim dengan Dekan Fakultas TIK IAIN Pontianak, di salah satu resto, Rabu (29/4/2026).
Dijelaskan, upaya LDII menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan kalangan akademisi dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.
“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog ilmiah untuk mengkaji konsep, praktik, dan kontribusi sistem pendidikan yang selama ini dijalankan LDII. Karena dalam menjalankan model pendidikan, LDII juga perlu masukan dan gagasan dari kalangan akademisi,” ungkapnya.
.
Lebih jauh menurut Susanto, pendidikan yang dijalankan LDII menitikberatkan pada pembentukan karakter, akhlak mulia, disiplin, serta peningkatan kapasitas generasi muda.
“Keterlibatan FTIK IAIN Pontianak dinilai relevan karena fakultas tersebut memiliki fokus pada pengembangan pendidikan Islam, tarbiyah, dan pembinaan sumber daya manusia. Kehadiran para dosen dan akademisi diharapkan dapat memperkaya diskusi sekaligus memberi masukan konstruktif terhadap penguatan model pendidikan berbasis masyarakat,” tambahnya.
Sedangkan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak, Prof. Dr. Hermansyah, mengaku pendidikan merupakan salah satu pilar peradaban dan proses transformasi nilai dan internalisasi karakter, sehingga memberikan gambaran langkah LDII membangun SDM.
“Buku ini memang cukup menarik karena tidak sekedar diskripsi melainkan gambaran upaya LDII sebagai bagian dari proyek besar membangun SDM,” katanya.
Bahkan ia pun mengapresiasi dengan lahirnya karya buku ini, harapannya menjadi referensi kalangan akademik yang ingin menelaah Islam kontemporer.
“Hadirnya buku ini patut diapresiasi, sehingga bisa menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti dan akademisi yang akan melakukan penelitian Islam Kontemporer. Tak cukup di ditu, tapi juga menjadi sarana dialog dan jembatan toleransi,” tegas Prof Hermansyah.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





