SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Kisah Heroik Capt. Marindra Wibowo: Pernah Selamatkan Penumpang Lewat Pendaratan Darurat di Tengah Cuaca Buruk

Kisah Heroik Capt. Marindra Wibowo: Pernah Selamatkan Penumpang Lewat Pendaratan Darurat di Tengah Cuaca Buruk

Yusrizal (tengah) saat bersama pilot Alm Capt Marindra wibowo (baju putih) / dok Yusrizal

Melawi (Suara Kalbar) –  Di balik kabar duka jatuhnya helikopter PK-CFX di Sekadau, tersimpan kisah heroik dari sosok pilot senior, Capt. Marindra Wibowo. Pengalaman panjang dan ketenangannya dalam situasi genting pernah menyelamatkan nyawa para penumpang dalam sebuah pendaratan darurat beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2020.

Kisah tersebut diungkapkan Yusrizal, mantan pimpinan KPN Corp Region Pekanbaru dan Sumatra Barat, kepada jurnalis Suara Kalbar. Ia mengenang momen menegangkan saat dirinya menjadi salah satu penumpang helikopter PK-CFX yang diterbangkan langsung oleh Capt. Marindra pada November 2020 itu.

Saat itu, helikopter mengangkut lima penumpang dan dua kru, yakni Capt. Marindra sebagai pilot dan co-pilot Pomo. Mereka terbang dari Pekanbaru, Riau, menuju Padang sekitar pukul 10.00 WIB dalam rangka kunjungan kerja ke wilayah perkebunan Pasaman Barat.

Namun di tengah perjalanan keadaan cuaca yang semula keberangkatan cukup bagus termasuk di Padang mendadak berubah. Cuaca memburuk dan gelap disertai hujan saat helikopter hendak melintasi kawasan pegunungan Bukit Barisan di Pasaman Barat.

“Tiba-tiba cuaca berubah, hujan turun dengan intensitas sedang hingga berat dan heli harus melintasi pegunungan itu. Kondisinya sangat berisiko,” ungkap Yusrizal, ketika diwawancara Suara Kalbar, Senin (20/4/2026) di Nanga Pinoh.

Dalam situasi genting tersebut, Capt. Marindra menunjukkan profesionalismenya. Ia berdiskusi singkat dengan para penumpang terkait langkah yang akan diambil, sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil risiko menembus cuaca buruk di kawasan pegunungan.

Setelah beberapa kali berputar di udara mencari lokasi aman, Capt. Marindra akhirnya mengambil keputusan krusial: melakukan pendaratan darurat.

Helikopter pun berhasil mendarat dengan selamat di sebuah lapangan sepak bola di daerah Kinali, Pasaman Barat, Sumatra Barat, sekitar pukul 11.30 WIB.
Pendaratan darurat itu langsung dikerumuni masyarakat setempat dalam keadaan hujan yang memang telah menyaksikan Heli terbang berputar beberapa kali diwilayah mereka.

“Alhamdulillah, kami semua selamat dalam pendaratan darurat tersebut dan kami melanjutkan perjalanan by Taxi 4 jam perjalanan lagi menuju kebun setelah minum kopi disebuah warung sedangkan Capt.Marinda dan Co.pilot menguruskan segala sesuatu atas pendaratan darurat tersebut sembari melaporkan kepada otoritas setempat,” kenang Yusrizal.

Ia menuturkan, di tengah situasi yang menegangkan, Capt. Marindra tetap tenang dan sigap. Sang pilot terus menjalin komunikasi dengan otoritas penerbangan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang.

“Jam terbang dan pengalaman beliau memang tidak diragukan lagi. Dalam kondisi seperti itu, beliau tetap tenang,” ujarnya.

Kisah tersebut menjadi bukti dedikasi dan profesionalisme Capt. Marindra Wibowo sebagai seorang pilot. Sosoknya dikenal tidak hanya berpengalaman, tetapi juga rendah hati.

Atas kabar duka yang kini menyelimuti, Yusrizal mengaku sangat terpukul. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian sang pilot.

“Kami sangat berduka. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Almarhum sosok yang humble,” tuturnya.

Kini, kisah heroik itu menjadi salah satu kenangan tentang Capt. Marindra Wibowo—seorang pilot yang pernah membawa penumpangnya selamat dari situasi genting di udara atas *izin Allah* dan mengabdikan hidupnya untuk keselamatan penerbangan.

Penulis : Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan