Carragher Kritik Taktik Slot Usai Liverpool Tumbang
Suara Kalbar – Legenda, Jamie Carragher menilai kekalahan The Reds atas Paris Saint-German (PSG) dengan skor 0-2 pada laga Liga Champions 2026 akibat penerapan taktik bermain dari pelatih Liverpool, Arne Slot yang salah.
Jamie Carragher melihat pada pertandingan tersebut, Arne Slot menempatkan formasi lima bek. Ia merasa, PSG sebenarnya bisa mencetak gol hingga enam kali.
“Rasanya seperti menonton dari tim divisi bawah,” kata Jamie Carragher di acara CBS Sports Golazo, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, dewi fortuna masih berpihak kepada Liverpool. Ia mengaku, permainan PSG lebih unggul ketimbang klub sepak bola yang bermarkas di Anfield tersebut.
ADVERTISEMENT
“Perbedaan kelasnya sangat mengkhawatirkan dari sudut pandang Liverpool. Dalam beberapa hal, ini adalah hasil yang bagus karena seharusnya PSG bisa mencetak enam gol. Namun, jurang perbedaan antara kedua tim benar-benar mencengangkan jika Anda mempertimbangkan musim lalu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada pertandingan leg kedua di Anfield tentu membuat Liverpool harus sekuat tenaga mengalahkan PSG.
“Liverpool dihancurkan di PSG, mereka sudah unggul 1-0 dan kita semua tahu soal itu. Namun, di leg kedua nanti merupakan pertandingan yang sangat ketat,” ungkapnya.
Jamie Carragher juga heran dengan pengeluaran yang digelontorkan Liverpool dengan menghabiskan 450 juta Euro demi mendapatkan pemain yang diinginkan.
“Liverpool menghabiskan 450 juta Euro, mungkin jauh lebih banyak daripada yang dihabiskan PSG di musim panas. Melihat kesenjangan itu tentu sangat mengkhawatirkan. Anda akan berpikir ‘bagaimana bisa seburuk itu?” ujarnya.
Menurutnya, perubahan formasi menjadi lima bek yang diterapkan Arne Slot dalam upaya membendung ancaman raksasa Prancis tersebut merupakan keputusan yang blunder.
Ia memahami maksud dari Arne Slot merapkan formasi tersebut untuk menggunakan penjagaan man to man. Hal inilah tentu membuat Virgil van Dijk dan kawan-kawan menemukan kesulitan saat bermain.
“Manajer telah mencoba sesuatu, tetapi dia (Arne Slot-red) melakukan kesalahan besar secara taktik, bagaimana dia melakukannya seperti itu? Mudah bagi saya untuk mengatakan itu, setelah kejadian. Namun, itulah yang kami lakukan, kami berbicara setelah kejadian pertandingan,” ungkapnya.
Jamie Carragher mengaku, dengan menerapkan formasi lima bek membuat permainan di lini belakang semakin terbuka dan mudah dimanfaatkan oleh PSG.
“Sebenarnya mereka lebih terbuka dengan formasi itu daripada dengan formasi empat bek karena mereka menerapkan man to man di seluruh lapangan. Adanya tiga bek di tengah tentu harus menutupi lebar lapangan,” bebernya.
Ia juga menilai para pemain bertahan Liverpool harus bergerak terlalu jauh dari posisi ideal mereka. Hal itu membuat lini belakang kesulitan mengantisipasi serangan cepat PSG.
Carragher turut menyoroti performa beberapa pemain belakang Liverpool musim ini, termasuk Ibrahima Konaté. Ia menilai bek asal Prancis itu kerap melakukan kesalahan sepanjang musim.
Di sisi lain, Carragher menilai kritik terhadap Van Dijk terlalu berlebihan. Menurutnya, bek asal Belanda tersebut tetap tampil konsisten meski harus memainkan hampir seluruh pertandingan musim ini.
“Orang-orang mengkritik Van Dijk musim ini, karena penampilannya dan saya pikir itu terlalu keras. Dia bermain di setiap pertandingan. Rekan setimnya di sebelahnya tampil buruk sepanjang musim, dan kembali tampil buruk malam ini, pemain itu ya Konate. Dia selalu membuat kesalahan di setiap pertandingan,” tutupnya.
Sumber: Beritasatu.com





