SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Bupati Sambas Dorong Dai Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Bupati Sambas Dorong Dai Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Bupati Sambas, Satono, mengajak para dai dan tokoh agama untuk turut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan. SUARAKALBAR.CO.ID/Serawati

Sambas (Suara Kalbar) – Bupati Sambas, Satono, mendorong para dai dan tokoh agama untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan masyarakat, tidak hanya melalui dakwah, tetapi juga dengan ikut menggerakkan upaya memperkuat ketahanan daerah, terutama di bidang pangan di wilayah perbatasan. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Rabu (8/4/2026).

Menurut Satono, peran tokoh agama sangat penting dalam menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan potensi daerah demi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Ia menyampaikan ajakan tersebut dengan mengutip prinsip Hubbul Wathan Minal Iman, yang berarti mencintai tanah air merupakan bagian dari iman.

“Dalam ajaran kita disebutkan hubbul wathan minal iman. Jika kita mencintai sesuatu, tentu kita akan merawatnya. Begitu juga dengan negeri dan daerah kita, harus kita jaga sebaik mungkin,” ujar Satono.

Ia menilai, menjaga ketahanan pangan merupakan salah satu bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air dan daerah sendiri.

Bupati Satono juga menyoroti kondisi global saat ini yang tengah menghadapi ancaman krisis pangan, sehingga diperlukan kesiapan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat di daerah.

Dalam hal ini, para dai dinilai dapat menjadi penggerak sekaligus penyampai pesan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan.

“Para dai bisa menjadi corong untuk mengajak masyarakat. Bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tentang ketahanan pangan agar kita mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa manusia akan diuji dengan berbagai persoalan kehidupan, termasuk kemungkinan kekurangan pangan.

Karena itu, menurutnya diperlukan sikap optimistis serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Buoati Satono juga mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah secara maksimal. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga upaya menjaga ketahanan pangan di daerah perbatasan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Dengan sumber daya manusia yang kuat dan tanah yang subur, saya yakin Kabupaten Sambas mampu memperkuat ketahanan pangannya,” katanya.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan