Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Mi Instan
Suara Kalbar – Meski termasuk dalam makanan kurang sehat, namun konsumsi mi instan masih diperbolehkan oleh ahli kesehatan. Dengan catatan, asal konsumsinya dibatasi. Ahli gizi menyarankan, mi instan sebaiknya cukup dikonsumsi satu kali dalam satu bulan.
“Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Contohnya, dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita aja, jadi cukup sekali dalam satu bulan,” ujar Diah Maunah, Selasa (3/2/2026).
Diah menjelaskan, mi instan disukai masyarakat karena merupakan jenis makanan yang sangat mudah didapat, terjangkau, dan praktis. Terlebih saat musim hujan, masyarakat cenderung memilih mi instan rebus karena menghangatkan tubuh ditambah dengan cita rasa yang gurih.
Namun, mi instan mengandung natrium dan energi dari lemak yang tak boleh diabaikan, terutama bagi orang dengan penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh darah, atau obesitas.
Mi instan rebus umumnya mengandung natrium lebih tinggi dibandingkan dengan jenis yang digoreng, yakni di atas 1.000 miligram per bungkus. Artinya, kandungan ini hampir memenuhi 75% kebutuhan dari natrium harian orang dewasa yang maksimalnya 1.200 miligram.
“Kalau ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidak tepat makan mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1.000-1.100 milligram per saji,” jelasnya.
Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti penyakit degeneratif, kerusakan pembuluh darah, hipertensi yang berisiko gangguan ginjal, serta iritasi lambung dan usus.
“Sebaiknya mi instan tidak dikonsumsi berlebihan selama musim hujan tanpa diimbangi dengan makanan sehat lainnya,” pungkas Diah.
Bahkan pada usia remaja, konsumsi mi instan berlebihan juga bisa menambah risiko terkena hemoroid, ambeien, obesitas, hingga kanker usus jika dikonsumsi setiap pekan.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






