Kalbar Gelar Panen Jagung Nasional, Targetkan Rekor MURI di Bengkayang
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan panen jagung serentak nasional yang baru terlaksana pada Januari 2026.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjelaskan, pusat kegiatan panen jagung di Kalbar berada di Kabupaten Bengkayang. Namun, pelaksanaan panen juga dilakukan di lokasi terdekat karena adanya agenda pemerintahan yang hampir bersamaan.
“Sebetulnya pusat panen kita ada di Bengkayang. Namun karena ada kegiatan lain yang berdekatan waktunya, maka kami mengambil lokasi terdekat untuk pelaksanaan di sini. Informasi pusat tetap bisa diperoleh rekan-rekan media langsung dari Bengkayang,” ujar Ria Norsan, Kamis (08/01/2026) pagi.
Ia mengungkapkan, panen jagung di Bengkayang direncanakan sekaligus untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada kategori pemanenan dan pemipilan jagung dengan jumlah petani terbanyak.
“Pusatnya di Bengkayang ini juga ingin memecahkan rekor MURI. Kalau sebelumnya rekor di Gorontalo melibatkan sekitar 1.200 petani, di Bengkayang ini sekitar 1.750 petani. Tim MURI juga sudah berada di Bengkayang,” jelasnya.
Selain mendukung ketahanan pangan, Ria Norsan menegaskan bahwa jagung menjadi komoditas strategis untuk mendukung pengembangan sektor peternakan di Kalimantan Barat. Ia menyebut, Kalbar baru saja mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan peternakan ayam skala besar.
“Kemarin kita diberikan kepercayaan oleh Kementerian Pertanian untuk pengembangan peternakan ayam pedaging dan ayam petelur yang akan dipusatkan di kawasan ekonomi Mandor, Kabupaten Landak, dengan nilai investasi sebesar Rp1,7 triliun,” katanya.
Menurut Ria Norsan, proyek tersebut nantinya juga akan memiliki cabang di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat, sehingga kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak akan semakin meningkat.
“Jagung ini sangat dibutuhkan untuk pakan ternak. Jadi petani jagung tidak perlu khawatir, hasil panennya akan tetap diambil dan dibeli,” tegasnya.
Ia berharap, penguatan sektor pertanian dan peternakan ini dapat mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak di Kalimantan Barat.
Penulis: Ain Rahmi
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






