Bahas Tantangan Media Digital, Suarakalbar.co.id Gelar Webinar “Modernisasi di Ruang Redaksi”
Pontianak (Suara Kalbar) – Menyambut Anniversary ke-8, Suarakalbar.co.id menggelar webinar bertema “Modernisasi di Ruang Redaksi: Etika Penulisan Berita di Tengah Banjir AI”. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dan publik untuk memahami tantangan baru dunia jurnalistik, terutama terkait penggunaan kecerdasan buatan dalam proses penulisan dan peliputan berita.
Webinar ini akan menghadirkan dua narasumber, yaitu Editor Suarakalbar.co.id Diko Eno dan Jurnalis Suarakalbar.co.id Maria dan dipandu juga oleh Host Meriyanti Rahmah. Keduanya akan mengulas praktik penulisan dan peliputan yang benar di tengah era digital, sekaligus membahas etika penggunaan AI yang semakin melekat dalam kerja jurnalistik.
Kegiatan ini dilaksanakan khusus bagi mahasiswa melalui platform Zoom Meeting. Namun, publik juga dapat mengikuti webinar tersebut secara langsung melalui kanal YouTube Suarakalbar.co.id pada Sabtu, 22 November 2025.
Founder sekaligus CEO Suarakalbar.co.id, Kundori, menyambut positif pelaksanaan webinar ini. Ia menilai, perubahan teknologi seharusnya tidak membuat jurnalis kehilangan nilai-nilai dasar dalam menulis berita.
Kundori juga mengungkapkan bahwa pentingnya diskusi seperti ini di tengah perubahan cepat industri media.
“Kecerdasan buatan memang menawarkan kemudahan, tapi jurnalis tetap harus memegang etika, ketelitian, dan integritas. Melalui webinar ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk memahami bahwa teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti naluri jurnalistik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Anniversary ke-8 Suarakalbar.co.id, Dian Sastra, mengatakan bahwa tema yang diangkat tahun ini relevan dengan situasi industri media. Dian Katakan pihaknya sengaja memilih tema ini untuk menjawab tantangan zaman.
“Kami ingin Anniversary ke-8 bukan hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum edukasi. Dunia media berubah cepat, dan mahasiswa sebagai calon jurnalis harus siap menghadapi era baru tanpa meninggalkan etika,” jelasnya.






