SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Disdik Sebut Perbaikan SDN 06 Sawah Masuk Program Tahap Kedua Disnakertrans Sambas

Disdik Sebut Perbaikan SDN 06 Sawah Masuk Program Tahap Kedua Disnakertrans Sambas

Disdik Sambas memastikan perbaikan SDN 06 Sawah masuk dalam usulan tahap pembangunan tahap kedua yang akan dilaksanakan tahun 2026 (Suarakalbar.co.id/Serawati)

Sambas (Suara Kalbar) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas memastikan bahwa perbaikan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Sawah telah masuk dalam usulan tahap kedua pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD, Ferri Suyitno, Rabu (8/10/2025).

Menurut Ferri, Dinas Pendidikan telah menindaklanjuti laporan kerusakan bangunan SDN 06 Sawah yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat. Dalam tahap kedua ini, pembangunan akan melibatkan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

“SD 6 Sawah sudah kami tindak lanjuti, ini sudah masuk usulan tahap kedua Disnakertrans, termasuk perbaikan WC dan ruang kelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap pertama, program pembangunan telah menyasar dua sekolah yakni SDN 13 Asuhansang dan SDN 15 Sajingan Besar. Sementara untuk tahap kedua, sebanyak 10 sekolah masuk dalam daftar usulan, termasuk SDN 06 Sawah. Ia menambahkan, pihaknya juga telah menjadwalkan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kondisi sekolah yang diusulkan.

“Pembangunannya nanti di tahun 2026, tapi waktu pastinya belum bisa dipastikan. Yang jelas program ini berkelanjutan dan datanya sudah valid kami berikan ke Disnakertrans. Kami sudah jadwalkan minggu lalu, dan minggu depan kami berangkat untuk meninjau 14 sekolah,” ungkapnya.

Terkait dengan anggaran, Ferri menjelaskan bahwa setiap sekolah mendapatkan alokasi dana sekitar Rp400 juta. Namun, perbaikan yang dilakukan tidak bersifat total, melainkan hanya mencakup beberapa bagian penting seperti WC, lantai, dan ruang kelas.

“Dari Disnakertrans ini tidak total, hanya beberapa bagian saja karena pagu dananya sekitar 400 juta per sekolah,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu kendala dalam proses pengajuan pembangunan adalah ketidaksesuaian data yang diunggah ke sistem Dapodik. Banyak sekolah yang tidak memperbarui data kondisi bangunan secara berkala, sehingga tidak terdeteksi mengalami kerusakan.

“Kesalahan ada di data Dapodik karena operator sekolah tidak mengunggah kondisi real sekolah per bulan atau per triwulan, jadi kami tidak mengetahui kondisi sebenarnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, SDN 06 Sawah tidak termasuk dalam tahap pertama karena proses verifikasi data yang belum lengkap. Namun, pada tahap kedua ini, usulan perbaikan telah disertai proposal baru yang memenuhi syarat administrasi.

“Kenapa SDN 06 tidak lolos di tahap pertama karena masih dalam proses verifikasi. Sekarang proposal baru sudah kami terima dan sedang dalam pengajuan dana,” terang Ferri.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program perbaikan sekolah tahun 2026 akan difokuskan untuk wilayah perbatasan seperti Paloh, Subah, dan Sajingan Besar, yang memiliki banyak kawasan transmigrasi.

“Ada 10 sekolah yang diusulkan terutama di daerah perbatasan. Kami berharap pembangunan ini bisa berjalan lancar demi pemerataan fasilitas pendidikan di Kabupaten Sambas,” pungkasnya.

Penulis: Serawati

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play